MAKASSAR, HESTEK.id -Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) telah melewati berbagai fase di Indonesia sejak didirikan 40 tahun silam. Momen 28 juni 1978 merupakan hari dimana tahapan perjalanan hidup AMPI dimulai dan hingga kini tetap eksis memberikan sumbangsih besar untuk bangsa dan negara.

Terkait ini ketua DPD AMPI sulsel, Aksara Alif Raja memberikan penguatan, “AMPI lahir mempersatukan pikiran dan tindakan pemuda yang berorientasi Karya dan Kekaryaan dalam kesatuan tekad, untuk melaksanakan pembaharuan dan pembangunan di segala bidang kehidupan melalui program Karya dan Kekaryaan,” ungkapnya melalui rilis yang terima Hestek, 28/6/2018.

Lebih lanjut di hadapan beberapa pengurus harian AMPI, Aksara menegaskan bahwa sumpah pemuda yang pernah dikumandangkan kaum muda di era pergerakan kemerdekaan kembali dihidupkan di puncak Pandaan. Sebuah lokasi yang sejuk di Jawa Timur tempat ratusan pemuda dari berbagai ormas kepemudaan berkumpul untuk menggelorakan kembali nilai-nilai perjuangan yang tercetus dalam peristiwa sumpah pemuda 1928.

“Mereka bertekad untuk melestarikan nilai-nilai perjuangan ”sumpah pemuda” dan harus tetap hidup dalam diri sanubari kaum muda Indonesia. Oleh karena nya, mereka sepakat membentuk organisasi yang diberi nama ”Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia” sebagai alat perjuangan untuk mewujudkan idealismenya,” urai Bung Alif sapaan akrab Ketua AMPI Sulsel ini.

Terkait harapan dihari kelahiran AMPI, Alif mengajak seluruh kader untuk tetap berpikir dan bertindak positif untuk bangsa dan negara.

“Kita, anak-anak muda Indonesia harus berpikir dan bertindak maju. Era pemuda saat ini dihadapkan tantangan milenials yang kompleks. Dan sepakat atau tidak sepakat kita harus menghadapinya. Yang tidak mempersiapkan dirinya, sudah pasti akan tergilas,” pungkas Alif. (rilis)