608 Nakes di Banjarnegara Gagal Divaksin Sinovac Tahap Pertama

  • Whatsapp
Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono ketika memberikan laporan pada Rapat Koordinasi bersama Gubernur Jawa Tengah dengan Forkopimda di kabupaten / kota dalam upaya penanganan Pandemi Covid-19, di Ruang Rapat Kantor Bupati, Senin (1/2/2021). (HESTEK.ID/Dok Humas Pemkab Banjarnegara)

BANJARNEGARA, hestek.id – Sedikitnya 608 tenaga kesehatan (Nakes) di Kabupaten banjarnegara gagal divaksin Covid-19 di tahap pertama.

Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono mengatakan, para nakes tersebut gagal divaksin Sinovac karena memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

Bacaan Lainnya

Selain itu, beberapa diantaranya juga sedang hamil, menyusui dan belum menerima e-ticketing dari Kementerian Kesehatan.

“Kami bersama Forkopimda TNI, Polri dan seluruh elemen siap mendukung dan mengawal vaksinasi agar wabah covid-19 segera berakhir, sehingga perekonomian bangkit kembali,” kata pemilik akun instagram @budhisarwono tersebut, Senin (1/2/2021).

Ketika memberikan laporan pada Rapat Koordinasi bersama Gubernur Jawa Tengah, bupati yang akrab disapa Wingchin tersebut melaporkan, pencanangan vaksin telah dilaksanakan 25 Januari 2021 lalu.

Dari total 2.930 nakes, 2.322 diantaranya telah selesai divaksin. Artinya, lanjut Wingchin, sampai tanggal 29 Januari 2021, vaksin telah disuntikkan kepada 80 nakes di tahap pertama.

“Fasilitas kesehatan di Banjarnegara yang melaksanakan vaksinasi Covid-19 ada 35 Puskesmas, 4 Rumah Sakit dan 7 Klinik,” kata Wingchin.

Terkait dengan pelaksanaan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Wingchin mengungkapkan, tidak ada kendala berarti. Masyarakat di Kota Dawet secara umum telah tersosialisasi dan mematuhi protokol kesehatan (prokes).

“Masyarakat patuh dengan pelaksanaan PPKM. Pemkab Banjarnegara bersama TNI, Polri, dan Satgas Covid juga terus melakukan pemantauan dan penegakan disiplin,” pungkasnya. (Fitria Budianto)

Pos terkait