9 Orang Terjaring Razia di Perbatasan Banyumas, Harga Rapid di Tempat Rp 260 Ribu

  • Whatsapp
Sejumlah pengendara dari luar kota melakukan rapid test antigen setelah jaring razia Satgas Covid-19 di perbatasan Purbalingga-Banyumas di Sokaraja, Kamis (21/1/2021). (HESTEK.ID/Gilang Grahita)

BANYUMAS, hestek.id – Pengendara dari luar kota yang terjaring razia Satgas Covid-19 di perbatasan Purbalingga-Banyumas di Sokaraja banyak yang memilih putar balik. Mereka keberatan karena tes cepat antigen di tempat ternyata tidak gratis.

Salah satu warga Yogyakarta yang terjaring razia mengaku tidak tahu tentang kebijakan yang baru-baru ini dikeluarkan oleh Bupati Banyumas, Ir Achmad Husein tersebut. Dia merasa keberatan untuk tes rapid di tempat karena menilai harganya terlalu mahal.

Bacaan Lainnya

Nggak tau kalau hari ini bakal ada cegatan mas. Ini tesnya bayar juga ternyata. Mending balik aja”, ujarnya saat diwawancarai, Kamis (21/1/2021).

Lain halnya dengan Arifin, warga Semarang yang sedang ada kepentingan di Purwokerto ini mengaku tidak keberatan tes di tempat. Dia tak punya pilihan lain, karena harus masuk ke Purwokerto dan menginap di hotel sekitar GOR.

“Ini sudah dites mas, tadi mbayar Rp 260 ribu. Sudah nunggu kurang lebih seperempat jam. Syukur hasilnya negatif,” katanya.

Menurut petugas medis di lokasi, hingga pukul 17.00 WIB, dari sembilan orang yang terjaring razia, baru tiga orang yang bersedia dites. Kebanyakan pelanggar memilih putar balik atau mencari rute lain menuju Banyumas.

“Ini baru tiga orang yang dites mas, tadi kebanyakan gak jadi, pada putar balik,” terangnya.

Bupati Banyumas, Ir Achmad Husein menegaskan, razia surat keterangan tes rapid antigen ini rencananya akan dilaksanakan hingga tanggal 24 Januari 2021.

“Pendatang yang mau ke Purwokerto harus rapid, dan mbayar (sendiri, red). Ini akan sampai tanggal 24,” pungkasnya. (CR-2)

Pos terkait