Angka Kematian Covid-19 Tinggi, Kebumen Putuskan PPKM

  • Whatsapp
Kendaraan taktis Polres Kebumen sedang melakukan penyemprotan disinfektan di sekitar Tugu Lawet baru baru ini.

KEBUMEN, hestek.id – Pemerintah Kabupaten Kebumen memutuskan untuk mengikuti Instruksi Menteri Dalam Negeri terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarat (PPKM). Melalui Surat Edaran Nomor 443/016, PPKM diberlakukan sejak tanggal 11 hingga 25 Januari 2021.

Wakil Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto mengungkapkan, kebijakan ini dilakukan mengingat kasus kematian pasien virus corona (Covid-19) terbilang cukup tinggi.

Bacaan Lainnya

“Kebumen juga akan turut serta dalam suksesi PSBB ini, karena angka kematian (kasus Covid-19) di Kabupaten Kebumen cukup tinggi. Tadi angkanya 159 atau 3,5 persen. Sangat tinggi harus ditekan di bawah 3 persen,” katanya, Jumat (8/1/2021).

Dalam surat edaran itu terdapat beberapa poin penegasan pembatasan kegiatan masyarakat. Diantaranya membatasi tempat kerja perkantoran dengan menerapkan work from home (WFH) sebesar 50 persen.

Selain itu, segera diberlakukan pula penutupan seluruh obyek wisata serta pengaturan waktu dan layanan untuk rumah makan, restoran, pusat pembelajaan, dan para pedagang kaki lima (PKL).

Untuk diketahui, hingga Sabtu (9/1/2021), sedikitnya tercatat 4.522 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kebumen. 238 diantaranya dirawat di rumah sakit dan 378 pasien menjalani isolasi mandiri.

Sementara itu, 3839 orang dinyatakan sembuh dan 159 orang meninggal dunia. (hafied)

Pos terkait