Asisten Apoteker RS Bunda Purwokerto, Meracik dan Edarkan Obat Terlarang

  • Whatsapp
Polres Purbalingga hadirkan tersangka asisten apoteker yang kedapatan mengedarkan obat terlarang, saat konferensi pers di Mapolres Purbalingga, Senin (25/1/2021). HESTEK/Istimewa

PURBALINGGA, hestek.di – Seorang asisten apoteker, ditangkap polisi karena edarkan narkotika, psikotropika dan obat daftar G.

Kasatresnarkoba Polres Purbalingga, Mufti Is Efendi mengatakan, tersangka WH (25) yang bekerja sebagai asisten apoteker di RS Bunda di Jalan Pramuka, Purwokerto Selatan ini, ditangkap karena meracik dan mengoplos obat-obatan untuk kemudian dijual sebagai obat pusing, obat pegal, dan obat dengan berbagai khasiat lainnya.

Bacaan Lainnya

Tersangka yang tercatat sebagai warga Desa Karangsari, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten PurbaIingga ini, menjualnya kepada orang lain atau teman-temannya di wilayah Purbalingga.

Tersangka berhasil diamankan atas laporan warga terkait penjualan obat tanpa ijin. Kemudian dilakukan penyelidikan oleh petugas dan tersangka berhasil diamankan di rumahnya berikut sejumlah barang bukti, Sabtu (16/1/2021) lalu.

Barang bukti yang diamankan di antaranya puluhan butir obat jenis psikotropika dan narkotika seperti Continus Motrphine Sulfat, Alprazolam, dan Riklona Clonazepam. Selain itu ada juga puluhan butir obat daftar G, ratusan butir kapsul kosong, mortir atau alat percik obat, satu unit telepon genggam, sejumlah bungkus obat dan klip plastik transparan.

“Tersangka mengaku membeli sebagian obat-obatan itu dari beberapa apotek,” ujarnya.

Tersangka dikenakan Pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Juncto Pasal 62 UU RI Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika, dan Pasal 197 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

“Ancaman hukuman paling singkat hukuman penjara empat tahun dan paling lama 15 tahun. Selain itu denda mulai dari Rp 800 juta hingga Rp 8 miliar,” ujarnya. (Dedy)


Cari Informasi Viral Di Kolom Pencarian

Pos terkait