Asosiasi Guru Agama Purbalingga: Masa Sampai Pensiun Masih Honorer?

  • Whatsapp
Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Purbalingga, Supriyanto.

PURBALINGGA, hestek.id – Perwakilan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Purbalingga melakukan audiensi dengan Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Purbalingga, Rabu (10/3/2021).

Ketua DPD AGPAII Purbalingga Supriyanto mengatakan, kedatangan mereka ke Kantor Kemenag dalam rangka memperjuangkan nasib guru agama honorer agar mendapat ruang dalam formasi rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2021.

Bacaan Lainnya

“Hari ini teman – teman dari DPD AGPAII Purbalingga merespon situasi yang sedang bergulir di tingkat nasional terkait belum munculnya formasi guru PAI dalam rekrutmen satu juta PPPK tahun 2021, kami berkoordinasi dengan Kemenag Purbalingga untuk menyampaikan aspirasi rekan guru PAI honorer di Purbalingga,” katanya kepada hestek Rabu (10/3/2021).

Dalam audiensi tersebut, AGPAII Purbalingga mengajukan permohonan kuota sebanyak 511 formasi guru PAI dari SD sampai SMA.

“Jumlah yang kami ajukan ini untuk SD sebanyak 362, kemudian SMP 87, SMA 26 dan SMK 36, jadi jumlahnya 511,” katanya.

Sebelumnya pihak AGPAAII Purbalingga juga sudah berkordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Purbalingga terkait usulan kuota guru PAI untuk rekrutmen PPPK 2021.

Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Purbalingga.

“Sebelumnya kami sudah berkoordinasi dengan pemkab dan Ibu Bupati sudah napak asmani permohonan kuota PPPK guru PAI di Purbalingga,” terangnya.

Pihak AGPAII Purbalingga sudah sepakat untuk mengambil langkah dialogis dairpada harus mengikuti ajakan untuk mogok mengajar.

“Kalau kami memilih pendekatan dan berkomunikasi langsung dengan dinas pengampu kebijakan karena menurut saya lebih efektif dan suaranya lebih didengar. Mungkin di daerah lain ada yang mengambil sikap untuk berdemo karena situasi dan kondisi di setiap daerah kan berbeda-beda, dan saya tidak menyalahkan itu,” terangnya.

Dia berharap upaya AGPAII dalam menyampaikan aspirasi guru PAI honorer dengan berkomunikasi langsung lintas dinas dapat berbuah manis dan kuota PPPK untuk guru agama khususnya agama Islam bisa segera dibuka.

“Harapan kami, kuota rekrutmen PPPK tahun ini bisa mengakomodir guru PAI honorer di Indonesia. Mengingat guru agama adalah garda terdepan pendidikan karakter moral anak bangsa, maka seyogyanya kesejahteraan guru PAI perlu juga diperhatikan. Ada lho anggota kami yang sudah berusia 50 tahun masih jadi guru honorer, masa iya nanti jadi pensiunan GTT?,” pungkasnya.

Seperti dibertitakan sebelumnya, Badan Kepegawaian Negara (BKN) merilis kuota rekruitmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tanpa ada satupun formasi guru pendidikan agama islam (PAI) di dalamnya.

Hal tersebut memicu kekecewaan para guru PAI yang masih berstatus honorer. Terbaru, Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) mengajak guru PAI honorer di seluruh Indonesia untuk melakukan mogok mengajar massal. (Gilang Grahita)


Cari Informasi Viral Di Kolom Pencarian

Pos terkait