Bangun Makam Keluarga hingga Rusak Jalan Sidabowa, Bos Rita Supermall Buntoro Lepas Tangan?

  • Whatsapp
Puluhan Warga Grumbul Sidasari, Desa Sidabowa, Kecamatan Patikraja, Banyumas melakukan aksi damai di Jalan Bong Sidasari, Jumat (12/2/2021). HESTEK/Gilang Grahita

BANYUMAS, hestek.id – Puluhan Warga Grumbul Sidasari, Desa Sidabowa, Kecamatan Patikraja, Banyumas melakukan aksi damai di Jalan Bong Sidasari, Jumat (12/2/2021).

Warga protes karena jalan dusun setempat rusak parah imbas pembangunan kompleks makam keluarga konglomerat Purwokerto, bos Rita Supermall, Buntoro.

Bacaan Lainnya

Ketua RW 01 Grumbul Sidasari, Muhammad Imanulloh mengatakan, proyek pembangunan makam keluarga Buntoro tersebut dilakukan pada Ramadan tahun 2019. Pihak Buntoro, kata dia, berjanji akan memperbaiki jalan yang rusak karena lalu-lintas alat berat yang masuk.

Jalan Bong Sidasari, Desa Sidabowa, Kecamatan Patikraja rusak parah akibat proyek pembangunan makam keluarga bos Rita Supermall, Buntoro. HESTEK/Gilang Grahita

Namun janji hanya sekedar janji. Dua tahun berselang, tidak ada tanda-tanda jalan milik Pemerintah Desa itu akan diperbaiki.

“Dulu sebelum ramadan 2019 kan ada proyek perbaikan makam dari keluarga Buntoro. Saat itu sudah ada kesepakatan yang disaksikan warga setempat bahwa pihak Buntoro siap untuk memperbaiki jalan yang rusak akibat proyek pembangunan makam. Namun sampai saat ini belum terealisasi,” katanya.

Imanullah mengungkapkan, medan yang curam ditambah rusaknya badan jalan membuat warga kesulitan saat melintas. Terlebih ketika hujan, jalan yang bergelombang dan menyisakan batu tersebut menjadi sangat licin.

“Kami sudah bosan menunggu realisasi perbaikan jalan yang sudah disepakati sejak dua tahun lalu. Itu kan jalan turunan tajam, sudah banyak korban yang tergelincir di situ akibat jalan yang rusak parah,” katanya kepada tim hestek.id, Jum’at (12/2/2021).

Warga memasang belasan spanduk protes atas jalan Bong Sidasari yang rusak, Jumat (12/2/2021). HESTEK/Gilang Grahita

Selain aksi unjuk rasa, warga juga membuat belasan spanduk protes di sepanjang jalan. Warga tidak akan mencopot spanduk tersebut hingga janji Buntoro benar-benar dipenuhi.

Pengacara Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Banyumas, Febrian Rossa Pratama turut serta sebagai penasihat hukum warga. Dia mengaku telah melakukan aduan sesuai prosedur mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.

“Karena sudah dua tahun sejak keluhan ini disampaikan tidak pernah ada tanggapan, terpaksa kami turun ke jalan, aksi damai dengan protokol kesehatan,” katanya.

Febrian berharap, aksi ini bisa membuat pihak-pihak terkait segera turun tangan. Warga sudah sangat dirugikan dengan rusaknya satu-satunya akses jalan menuju Grumbul Sidasari.

“Apabila pihak yang telah menyatakan janji (Buntoro, red) kemudian ingkar, ya monggo silahkan bagaimana agar jalan desa ini bisa digunakan sebagai sarana lalu-lintas yang nyaman dan aman mengingat tak sedikit korban kecelakaan akibat kerusakan jalan ini,” pungkasnya. (CR2)

Pos terkait