Banyumas Serius Batasi Pendatang, Kadinkes: Tak Bawa Keterangan Bebas Covid-19, Silakan Putar Balik!

  • Whatsapp
Bupati Banyumas, Ir Achmad Husein melakukan inspeksi mendadak surat keterangan negatif rapid test antigen di perbatasan Purbalingga-Banyumas, tepatnya di Desa Jompo Kulon, Kecamatan Sokaraja, Kamis (21/1/2021). (HESTEK.ID/Gilang Grahita)

BANYUMAS, hestek.id – Pemkab Banyumas, giatkan razia surat keterangan negatif covid-19 di pintu perbatasan daerah. Razia itu dilakukan, untuk membatasi jumlah pendatang yang berkunjung ke Banyumas.


Cari Informasi Viral Di Kolom Pencarian

Kata Sadiyanto, Kepala Dinas Kesehatan Banyumas, razia surat keterangan negatif tes rapid antigen itu adalah tindakan preventif Pemkab Banyumas untuk menekan penularan Covid-19 di wilayahnya.

Bacaan Lainnya

“Saat razia, banyak yang putar balik. Tujuannya memang begitu, untuk pembatasan mobilitas sehingga pendatang yang tidak memiliki tujuan mendesak harus menunda kunjungannya,” katanya, Jumat (22/1/2021).

Jadi Sadiyanto meyakinkan, tujuan dan fungsi razia itu sudah tercapai sebagaimana mestinya. Sebab bagi yang tidak mau dirapid antigen, dipersilakan untuk balik arah. Terlebih pemerintah juga memfasilitas tes rapid di tempat bagi pendatang yang bersedia.

“Kemarin total yang mau dirapid tes ada 17 orang. Fasilitas tes di tempat, dimanfaatkan bagi yang memang punya kepentingan mendesak ke Banyumas,” katanya.

Dia menghimbau calon pendatang dari luar kota, untuk menunda kunjungan hingga Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berakhir.

“Kecuali mendesak, silakan bawa surat keterangan negatif antigen!” ujarnya.

Razia surat keterangan negatif tes rapid antigen, diadakan di lima titik perbatasan Banyumas meliputi wilayah Kecamatan Sokaraja, Lumbir, Pekuncen, Tambak, dan Somagede.

“Razia ini sekaligus terapi psikologis, biar masyarakat paham kalau Banyumas serius dengan pembatasan mobilitas,” ujarnya. (CR2)

Pos terkait