Banyumas yang Disekat, Kok Bupati Kebumen yang Panik?

  • Whatsapp
Bupati Kebumen, Yazid Mahfudz bersama Sekda, Ahmad Ujang Sugiono dan Wakil Ketua DPRD Kebumen, beberapa waktu lalu. (HESTEK.ID/Istimewa)

KEBUMEN, hestek.id – Di saat kepala daerah saling fokus berbenah menyambut program ‘Jateng di Rumah Saja’, Bupati Kebumen, Yazid Mahfudz justru panik saat tahu Kabupaten Banyumas akan menyekat perbatasan.

Kepanikan Yazid tertuang dalam surat imbauan nomor 000/149 tertanggal 30 Januari 2021. Surat yang ditandatangani Sekretariat Daerah (Sekda) Kebumen, Ahmad Ujang Sugiono tersebut berisi empat poin pemberitahuan tentang kebijakan penyekatan perbatasan Banyumas.

Bacaan Lainnya

“Bagi warga masyarakat Kabupaten Kebumen yang akan masuk ke wilayah Kabupaten Banyumas agar membawa hasil swab atau surat keterangan hasil rapid test antigen dengan hasil negatif yang harus ditunjukkan pada petugas di check point yang telah ditentukan,” tulis Ujang.

Di poin kedua, perlakuan istimewa diberikan kepada karyawan atau pegawai asal Kebumen yang bekerja pada instansi atau perusahaan di wilayah Banyumas.

“Bagi warga masyarakat Kabupaten Kebumen yang bekerja di wilayah Kabupaten Banyumas agar membawa surat keterangan sebagai pegawai pada instansi/lembaga/perusahaan yang ada di Kabupaten Banyumas dari pimpinan lembaga/perusahaan sebagai pengganti surat keterangan hasil rapid test,” ujarnya.

Surat imbauan dari Sekda Kabupaten Kebumen, Ahmad Ujang Sugiono terkait penyekatan wilayah Banyumas. (HESTEK.ID/istimewa)

Dikutip dari akun media sosial Instagram pribadinya, Bupati Banyumas, Ir Achmad Husein mengungkapkan, pihaknya akan menempatkan sejumlah petugas di titik perbatasan wilayah untuk menjaring orang yang akan masuk ke Banyumas.

“Membatasi orang masuk banyumas dengan menempatkan petugas jaga di Perbatasan Banyumas, dalam waktu yang acak dan bersifat sidak di tempat-tempat random. Orang yang akan diperiksa adalah yang masuk ke wilayah Banyumas,” katanya.

Pemkab Banyumas juga menyediakan layanan pemeriksaan atau skrining Covid-19 di lokasi perbatasan. Ini diperuntukan bagi orang yang kedapatan tidak memegang surat bebas Covid-19.

“Bila merasa keberatan untuk melakukan tes ditempat, maka masyarakat dipersilahkan untuk balik arah,” tegasnya. (M Hafied)

Pos terkait