BEM Unsoed: Banyumas Makin Tua, Masalah Makin Merajalela

  • Whatsapp
Aliansi BEM Unsoed mengirimkan karangan bunga ucapan Hari Jadi Banyumas ke Pendapa Sipanji, Purwokerto, Senin (22/02/2021). HESTEK.ID/anas masruri

PURWOKERTO, hestek.id – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsoed memberikan hadiah spesial untuk Pemerintah Kabupaten Banyumas yang tengah merayakan HUT ke-450, Senin (22/2/2021).

Hadiah dari mahasiswa-mahasiswa progresif ini adalah sebuah karangan bunga bertuliskan ‘Umurnya Tambah Tua, Masalahnya Merajalela’. Sebuah fakta pilu yang tengah menyelimuti Kabupaten Banyumas saat ini.

Bacaan Lainnya

Presiden BEM Unsoed, Fakhrul Firdausi mengatakan, HUT Banyumas merupakan saat yang tepat bagi Banyumas untuk berefleksi. Satu hal yang perlu dipikirkan adalah banyaknya persoalan yang belum rampung.

“Pemekaran, karut-marut pengelolaan sampah, PLTPB Gunung Slamet, sampai soal penangan Covid 19,” ujar dia.

Menurutnya, semua masalah tersebut belum menemui titik terang. Saat polemik PLTPB dan pengelolaan sampah masih jadi soal, pemerintah malah memunculkan isu baru seperti pemekaran. Sebuah proses memisahkan Banyumas menjadi tiga wilayah yang terkesan dipaksakan.

Mereka beralasan, Banyumas belum siap mekar. Sumber pendapatan atau PAD yang jelas pun belum  terlihat.

“Urgensinya apa dimekarkan, kalau wilayah belum siap dan bagaimana nanti mensejahterkan masyarakat,” katanya.

Sementara soal penanganan Covid, mereka menganggap kebijakan pemerintah tidak menyentuh harapan masyarakat luas. Terutama bagi pedagang kecil yang sangat tersiksa karena hilangnya pendapatan saat berbagai pembatasan dilakukan.

“Kami minta pemerintah, lebih peduli dengan nasib rakyat karena kebijakan yang tidak berpihak ke masyarakat kecil,” katanya.

Selain mengirimkan karangan bunga, mahasiswa juga sempat berdiskusi dengan Kabag Protokol Komunikasi Pimpinan, Deskart Jatmiko. Pejabat tersebut memberikan jawaban-jawaban normatif ala kebanyakan birokrat. (anas masruri)

Pos terkait