Besok, Enam Calon Ketua PAN Siap Menghadap ke DPW

  • Whatsapp
Suasana Musda V DPC PAN Banyumas beberapa waktu lalu. HESTEK.ID/anas masruri

PURWOKERTO, hestek.id – Satu per satu, partai di Kabupaten Banyumas mulai melakukan pergantian kepemimpinan. Terbaru, dalam Musyawarah Daerah (Musda) V PAN Banyumas memunculkan enam nama formatur.

Dari keenam nama, tiga di antaranya adalah anggota DPRD Banyumas, yakni Abidillah Efendi, Akhmad Saiful Hadi, Nur Zaman AS. Kemudian ada Fani Arianto dan Putut Dian Widayanto. Terakhir, Ketua DPD PAN Banyumas demisioner, Arif Harijianto.

Bacaan Lainnya

Meski terlihat sepi dari pemberitaan, dalam mekanisme pemlihan ketua ini sempat memunculkan perdebatan. Terkait nama Arif Harijianto yang masuk dalam formatur meski dirinya tidak mencalonkan diri.

Dari 11 nama yang diajukan, DPP PAN memberikan rekomendasi kepada enam orang. “Termasuk nama saya disebut, padahal saya tidak mendaftar karena ingin ada regenerasi dalam kepemimpinan partai,” kata Arif.

Sehingga, Arif akan ikut bersama kelima calon lainnya untuk melakukan musyawarah dengan perwakilan DPW PAN Jawa Tengah.

“Besok, kami akan bertemu dengan DPW,” katanya, Jumat (19/03/2021).


Cari Informasi Viral Di Kolom Pencarian

Menurutnya, dalam pertemuan ini akan dihadiri langsung Ketua DPW PAN Jateng, Wahyu Kristianto. Untuk menentukan siapa yang akan memimpin PAN Banyumas ke depan, beserta para pengurus harian.

Ia menjelaskan, dalam pemilihan calon ketua DPD PAN tidak lagi menggunakan mekanisme pengambilan suara terbanyak (voting) dari ranting. Namun, keputusan diambil sebisa mungkin dengan musyawarah mufakat.

“Kalau tidak terjadi mufakat akan dikembalikan ke DPP, sehingga tidak ada mekanisme pengambilan suara terbanyak,” katanya.

Mekanisme baru dalam pemilihan ini, kata dia, sudah disosialisasikan jauh-jauh hari sebelumnya. Sehingga, ia berharap tidak ada kegaduhan di internal partai jika terjadi deadlock.

“Sesuai arahan Ketum DPP, dengan penerapan pemilihan sekarang diharapkan energi kita tidak habis untuk permasalahan internal dalam perebutan kekuasaan. Namun lebih dimaksimalkan untuk kepentingan rakyat, memperjuangkan aspirasi dan mendapat perolehan kursi lebih di legislatif,” katanya. (Anas Masruri)

Pos terkait