BMKG Minta Warga di Jateng Selatan Waspadai Puting Beliung

  • Whatsapp
Ilustrasi Photo by Ralph W lambrecht from Pexels

CILACAP, hestek.id – Mulai menurunnya curah hujan di sebagaian wilayah Jawa Tengah, menjadi penanda saat ini sedang memasuki masa pancaroba atau masa transisi musim hujan menuju musim kemarau.

Hal itu dikatakan Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Taruna Mona Rachman. Menurutnya, saat ini sebagian wilayah Jawa Tengah bagian selatan, diprakirakan telah memasuki masa pancaroba.

Bacaan Lainnya


Cari Informasi Viral Di Kolom Pencarian

“Sekarang sudah memasuki masa pancaroba, masyarakat perlu waspada karena masa transisi biasanya sering terjadi angin kencang dan puting beliung,” kata Taruna, dilansir dari suara.com, Rabu (3/3/2021).

Masyarakat awam, bisa mengenali tanda-tanda akan terjadinya angin puting beliung yang biasa terjadi pada sore hari. Biasanya, kata dia, udara pada siang hari terasa sangat panas menyengat dan menjelang sore terlihat gumpalan awan berwarna hitam.

“Kondisi begitu perlu diwaspadai, karena biasanya akan terjadi puting beliung ataupun angin kencang,” katanya.

Selain itu, kilatan petir juga lebih banyak terjadi, pada masa transisi atau pancaroba. Sehingga, masyarakat harus tetap waspada.

“Untuk wilayah pegunungan tengah Jateng, diprakirakan sampai Mei-Juni masih berpotensi terjadi hujan lebat. Sementara di wilayah selatan seperti Cilacap dan Kebumen, curah hujannya pada akhir bulan Maret hingga April mulai berkurang, karena karakter wilayah berpengaruh terhadap curah hujannya,” katanya.

Dia memrakirakan pada musim kemarau di wilayah Jawa Tengah masih tetap terjadi hujan, karena fenomena La Nina masih akan berlangsung hingga bulan Juni meskipun pengaruhnya kecil.

Pos terkait