BNNK Purbalingga: Galau Boleh, Narkoba Jangan!

  • Whatsapp
Kepala BNNK Purbalingga, AKBP Sharlin Tjahaja FA MSi berfoto bersama rekan media di gedung BNNK Purbalingga, Selasa (22/12/2020).

PURBALINGGA, HESTEK.ID –  Bahaya narkoba mengancam siapa saja, tidak terbatas jenis kelamin atau usia. Suasana emosi ditambah pengaruh eksternal dapat dengan mudah membuat seseorang mencoba barang haram ini.

Di Purbalingga sendiri, kasus penyalahgunaan narkoba didominasi oleh methamphetamine alias sabu. Sepanjang tahun 2020, Klinik Pratama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Purbalingga melayani rehabilitasi rawat jalan terhadap 39 klien dengan rentang usia 15 hingga 57 tahun.

Bacaan Lainnya

“Terdiri dari 37 klien voluntary (Sukarela) dan 2 klien compulsry (Proses hukum),” tutur Kepala BNNK Purbalingga AKBP Sharlin Tjahaja FA MSi, pada jumpa pers di gedung BNNK Purbalingga, Selasa (22/12/2020).

Dari 39 klien itu, terdiri 35 orang laki-laki dan 4 perempuan. Seorang diantaranya, bahkan harus mendapatkan rehabilitasi medis rawat inap di Balai Besar Rehabilitasi BNNK Lido di Bogor.

“Yang satu ini, perempuan berusia ,32 tahun, tidak hanya mengkonsumsi sabu. Dia sudah merambah ke narkoba jenis ganja, tembakau sistetis dan obat-obat jenis psikotropika,” ujarnya Sharlin didampingi Humas Awan Pratama dan Bagian Umum Tony Gunawan.

Tahun ini pula, BNN Purbalingga menerbitkan rekomendasi hukum dan medis terhadap 30 tersangka penyalahgunaan narkoba. Terdiri 1 tersangka operasi tangkap tangan (OTT) BNNK dan 29 lainnya tangkapan Polres Purbalingga.

“29 laki-laki dan 1 perempuan,” ujar Sharlin.

Sharlin mengimbau, bahaya narkoba mengancam siapa saja, tidak terbatas jenis kelamin atau usia. Suasana emosi yang sedang tidak baik, ditambah pengaruh orang lain, dengan mudah membuat seseorang mencoba narkoba.

“Misalnya sedang galau. Lalu dibujuk orang supaya mencicipi narkoba. Apalagi diberi gratisan dulu,” ujarnya.  (iqbal fahmi)

Pos terkait