Bupati Banyumas Achmad Husein Gagal Divaksin, Karena Sinovac Belum Aman?

  • Whatsapp
Bupati Banyumas, Achmad Husein. HESTEK/Istimewa

PURWOKERTO, hestek.id – Keinginan Bupati Banyumas Achmad Husein menjadi orang pertama di Kabupaten Banyumas yang divaksin Covid-19, gagal diwujudkan.

Usia Achmad Husein yang di atas 60 tahun, membuatnya tidak masuk ketentuan penerima vaksin Sinovac. Hal itu disampaikannya melalui video yang diunggahnya di akun Instagram @ir_achmadhusein, tadi malam.

Bacaan Lainnya

Husein menyampaikan, Banyumas sudah menerima 29.400 vial vaksin Sinovac yang mulai diberikan pagi tadi, Senin (25/1/2021).

Dalam video tersebut Husein juga menyebutkan, ada beberapa orang yang sementara ini tidak diizinkan untuk divaksin dengan vaksin Sinovac .

Beberapa di antaranya adalah orang yang sudah pernah terkena Covid-19, ibu hamil dan menyusui, punya gejala penyakit infeksi saluran pernafasan, sedang berkontak erat dengan anggota keluarga yang suspek, punya penyakit alergi, dan sedang menjalani terapi kelainan darah.

Vaksin Sinovac juga dianggap belum aman untuk orang yang punya penyakit gagal jantung atau jantung koroner, penderita autoimun sistemik seperti lupus, gagal ginjal, rematik astritis, hypertiroid, kanker, diabetes, asma, TBC, serta berumur di bawah 18 tahun atau di atas 60 tahun.

“Saya sendiri karena berusia di atas 60 tahun, jadi tidak bisa divaksin sekarang. Sementara masih menunggu jenis vaksin lain,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, menjadi orang pertama yang menerima vaksin Sinovac di Kabupaten Banyumas. Usai divaksin, ia mengaku seperti disuntik biasa. (Dedy)

Pos terkait