Bupati Husein Mangkir, Sidang Dugaan Penelantaran Pasien RS Ananda Purwokerto Ditunda

  • Whatsapp
Suasana ruang sidang dalam kasus dugaan penelantaran pasien oleh RS Ananda Purwokerto di Pengadilan Negeri (PN) Purwokerto, Kamis (18/2/2021). HESTEK/Anas Masruri

PURWOKERTO, hestek.id – Kasus dugaan penelantaran pasien oleh RS Ananda Purwokerto memasuki sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Purwokerto, Kamis (18/2/2021). Namun, sidang ini harus ditunda karena ketidakhadiran Bupati Banyumas, Achmad Husein.

Persidangan yang diketuai Rios Rahmanto SH MH dengan Hakim Anggota, Arief Yudiarto SH MH dan Lely Triantini SH MH ini dijadwalkan mulai pukul 13.00 WIB. Namun setelah ditunggu, Husein yang menjadi pihak tergugat III tak kunjung muncul dalam persidangan.

Bacaan Lainnya

Para tergugat yang hadir dalam persidangan antara lain, dr Widayanto MKes selaku Direktur @rs.ananda, dan Sugeng Riyadi SH sebagai kuasa hukum Pemilik RS Ananda dr Hadi Setyo SP OG.

Dari pantauan hestek.id, agenda sidang perdana baru sampai pada pemeriksaan identitas para tergugat, belum masuk pada materi persidangan.

“Dengan tidak hadirnya tergugat III, dalam hal ini Bupati Banyumas, persidangan akan dilanjutkan pada Kamis (25/2/2021) mendatang,” kata Anggota Sat Sabhara Polresta Banyumas, Seno Wahyu Taruna melalui Kuasa Hukumnya, Alex Irawan Supriyatmoko SH.

Seperti diberitakan sebelumnya, Alex juga menggugat @ir_achmadhusein, dalam kapasitasnya sebagai pengawas dan pembina RS Ananda Purwokerto.

Kasus antara anggota Polresta Banyumas, Aiptu Seno Wahyu Taruna ini, diawali dengan dugaan kelalaian dan kurang sigapnya pihak rumah sakit dalam proses penanganan mendiang istrinya yang menjadi pasien RS Ananda Purwokerto.

Selain itu, pola komunikasi pihak RS Ananda kepada keluarga pasien juga menjadi catatan merah yang tertuang dalam berkas somasi.

Seno menuntut sebagaimana tercantum dalam gugatan, para tergugat untuk meminta maaf secara terbuka melalui media massa dan membayar kerugian materiil senilai Rp 100 juta dan immateriil senilai Rp 1.5 Miliar. (Anas Masruri)

Pos terkait