MEMBERAMO RAYA, Hestek.id– Bupati Mamberamo Raya, Papua, Dorinus Dasinapa melakukan kunjungan ke Bina Swadaya dalam rangka menggali gagasan tentang konsep pemberdayaan yang selama ini dilakukan oleh Bina Swadaya. 

“Dalam hati saya, saya diberi kepercayaan oleh Tuhan untuk melayani. Sehingga selama saya kerja di Papua belum mendapat konsep yang baik dalam pengertian untuk melayani masyarakat yang daerahnya tertinggal seperti itu,” kata pengurus ASPEKSINDO ini.

Bupati Dorinus dihadapan Bambang Ismawan mengatakan, dana desa yang diterima di 59 kampung saat ini belum mampu membangkitkan kemandirian masyarakat. Menurutnya, hal tersebut akibat dari skill, pengetahuan dan mentalitas masyarakat yang belum disiapkan untuk mengolah dana tersebut.

Untuk itulah, Bupati menilai konsep pemberdayaan yang ditawarkan Bina Swadaya dapat diwujudkan di Kabupaten Mamberamo Raya agar masyarakat tidak terus menerus bergantung pada pemerintah pusat.

“(GRD-red) itulah yang kami butuhkan, hanya memang kondisi daerah setempat dari aspek pendidikan menjadi kendala. Oleh sebab itu harus itu harus ada yang pergi untuk meninjau,” ujarnya. 

Bupati berpendapat, meninjau langsung lokasi perlu dilakukan untuk ikut merasakan agar nantinya dapat bekerja dengan hati. 

Dikatakannya, Kabupaten Mamberamo Raya mempunyai potensi alam yang luar biasa jika dijadikan kawasan wisata alam. Namun, diakuinya pembangunan di wilayahnya masih terkendala dengan keterbatasan SDM. 

“Potensi alam kami sangat luar biasa kaya. Namun tidak ada SDM yang bisa mengelolahnya. Untuk itu kami sangat mengharapkan bantuan dari pihak lain, termasuk Pak Bambang dengan timnya untuk dapat mendampingi masyarakat kami. Kami akan segera mengundang tim dari sini untuk meninjau lokasi suapaya segera menyususn program kerja dengan menetapkan dari mana kita mulai bergerak”, ujar Dorinus.

Melalui pertemuan singkat dengan Bina Swadaya. Bupati berharap apa yang tertulis dalam buku Gerakan Restorasi Desa Bina Swadaya bisa diwujudkan di daerahnya. 

“Saya harapkan program seperti ini, Mamberamo Raya bisa tersentuh, bisa turun melihat langsung untuk kunjungan. Saya sebagai Bupati, optimis kalau bisa ada yang turun sehingga apa yang ada dalam buku (GRD-red) ini bisa diwujudkan sesuai dengan kearifan lokal,” pungkasnya.