Buruh Pasar Banjarnegara Tolak Di Rumah Saja: “Dua Hari di Rumah, Tidak Makan, Terus Sakit Gimana?

  • Whatsapp
Pasar Kota Banjarnegara. (HESTEK.ID/Inung)

BANJARNEGARA, hestek.id – Kebijakan ‘Jateng di Rumah Saja’ membuat panik para buruh harian lepas di Kabupaten Banjarnegara. Jika aktivitas masyarakat mandek, otomatis para pekerja informal ini tidak dapat mengais rezeki hari itu.

Tiar (25), salah satu pedagang pakaian di Pasar Induk Banjarnegara mengatakan, semua orang yang menggantungkan hidupnya di pasar adalah pekerja harian. Artinya, apa yang mereka dapat hari itu, akan digunakan untuk kebutuhan hidup di hari itu juga.

Bacaan Lainnya

Tiar mencontohkan, seperti pedagang, karyawan lapak, kuli panggul pasar, supir andong dan tukang becak. Profesi yang disebutkan itu, kata Tiar, akan sangat terdampak jika aktivitas masyarakat dihentikan, apalagi jika dipaksa untuk tetap di rumah saja.

“Misalnya kalau tukang kuli panggul pasar, karyawan lapak dan supir andong. Kalau di rumah saja selama dua hari mau makan apa? Mengandalkan bantuan dari pemerintah kan tidak mungkin,” katanya saat ditemui hestek.id, Kamis (4/2/2021).

Menurut Tiar, ketakutan masyarakat akan kehilangan mata pencaharian telah mengalahkan kengerian virus corona.

“Nanti kalau masyarakat banyak pikiran, terus sakit, terus ke rumah sakit, terus akhirnya kena corona gimana?” tukasnya.

Keluh kesah yang sama juga dilontarkan Suhartono, seorang kusir dokar di pasar Induk Banjarnegara. Ia mengatakan, sebelum ada Covid-19 ekonominya memang sudah merosot. Jika dipaksa dua hari tetap di rumah, dia khawatir tidak bisa memberi makan keluarga dan kudanya.

“Sebelum ada corona, hidup saja sudah susah, apalagi besok mau ada program dua hari dirumah, ini mau gimana? Penghasilan saya saja sekarang cuma Rp 30-40 ribu per hari, belum dipotong Rp 25 ribu untuk pakan kuda,” keluhnya.

Masyarakat berpenghasilan pas-pasan ini berharap, Gubernur Jawa Tengah, @ganjar_pranowo dapat memahami kegelisahan mereka. Jika memang, program ‘Jateng di Rumah Saja’ tetap harus berjalan, mereka meminta Bupati Banjarnegara, @budhisarwono untuk memberikan solusi agar masyarakat masih bisa bertahan hidup selama akhir pekan. (Inung)

Pos terkait