Cilacap Banjir Lagi, Ratusan Warga Terpaksa Mengungsi

  • Whatsapp

CILACAP, HESTEK.ID-Cilacap banjir lagi. Akibat hujan lebat sejak, Minggu (13/12/2020) siang, sejumlah wilayah di Cilacap kembali tergenang.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Tri Komara Sidhy bilang, berdasarkan laporan dari UPT (Unit Pelaksana Teknis) BPBD Wilayah Sidareja, tinggi genangan air di wilayah Sidareja dan sekitarnya pagi ini berkisar 10-80 centimeter atau naik berkisar 10-20 centimeter.

Kondisinya masih terus dipantau, karena cuaca mendung dan sangat dimungkinkan turun hujan lebat lagi.

Selain menggenangi permukiman warga, arus kendaraan di jalan utama penghubung Sidareja dan Gandrungmangu juga tersendat. Ada beberapa titik jalan, tergenang dengan tinggi berkisar 20-30 centimeter.

“Biasanya genangan airnya cepat surut, karena banjir di Sidareja disebabkan limpasan dari sungai,” katanya.

BPBD sudah menyiapkan logistik makanan maupun nonmakanan, untuk warga pengungsi. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cilacap, Heru Kurniawan mengatakan, banjir yang melanda wilayah Sidareja juga diakibatkan pendangkalan sungai serta adanya tanggul jebol.

“Banjir di Kecamatan Sidareja mengakibatkan 400 keluarga di Desa Sidareja terdampak, 37 keluarga atau 114 jiwa di antaranya mengungsi,” katanya.

Banjir juga melanda Desa Gunungreja dan mengakibatkan 350 keluarga terdampak, Desa Tinggarjaya ada 150 keluarga terdampak, Desa Sidamulya ada 200 keluarga, Desa Tegalsari 150 keluarga, dan Desa Sudagaran ada 220 keluarga terdampak, 9 keluarga atau 24 jiwa di antaranya mengungsi.

Banjir di Kecamatan Kedungreja mengakibatkan 100 keluarga di Bumireja terdampak, karena ketinggian air di permukiman berkisar 20-30 centimeter. Sedangkan di Kecamatan Bantarsari melanda Desa Cikedondong yang berdampak terhadap 210 keluarga, Desa Rawajaya berdampak pada 80 keluarga, dan Desa Bulaksari berdampak pada 115 keluarga.

Kiriman air dari Sungai Cidurian, Sungai Ciwera, dan Sungai Cipaingan, menggenangi jalanan di Kecamatan Cipari. Sedangkan jalan utama Kecamatan Gandrungmangu, digenangi luapan sungai kiriman air dari Kecamatan Karangpucung (Cilacap) dan Lumbir (Banyumas).

Banjir juga dilaporkan menggenangi Kecamatan Jeruklegi, khususnya Desa Sawangan akibat limpasan Sungai Brokeh. Akibatnya, akses jalan Sawangan-Mentasan, serta di Desa Jambusari terdapat 1 keluarga yang terdampak banjir, 6 hektare sawah terendam, dan akses jalan terhambat.

Ia mengatakan banjir di Desa Slarang, Kecamatan Kesugihan, mengakibatkan 35 keluarga terdampak, sedangkan di Desa Purwasari, Kecamatan Wanareja, terdapat 1 titik tanggul Sungai Cibeuereum yang jebol.

Begitu juga dengan banjir di Desa Mulyasari, Kecamatan Majenang, mengakibatkan 287 keluarga terdampak, 46 keluarga atau 106 jiwa di antaranya mengungsi ke Masjdi Atuqo.

“Secara keseluruhan terdapat 2.318 keluarga yang terdampak banjir, sedangkan total pengungsi mencapai 92 keluarga atau 244 jiwa,” katanya. (umr)

Pos terkait