CAPE TOWN, HESTEK.id – Bagaimanakah keadaan kota yang tengah berhitung hari karena air yang ada di kota tersebut akan segera habis? kita bisa berkaca pada kota Cape Town, ibukota Afrika Selatan yang tengah menghitung hari menuju air terakhir mereka.

Diprediksi sekitar 75 hari lagi, Cape Town yang perpenghuni 4 juta orang akan memasuki masa yang diistilahkan Day Zero.  Pengertian Day Zero yang melanda Cape Town adalah hari dimana keran tak lagi mengalirkan air karena stok air baku di bendungan utama Cape Town telah habis. Masa tersebut diperkirakan akan terjadi pada 12 April mendatang.

Jika Day Zero ini benar-benar terjadi, maka Cape Town menjadi kota metropolitan pertama di dunia yang kehabisan air.

Dikutip dari News.com.au pada Minggu (28/1/2018), kekeringan yang melanda kawasan tersebut sejak tiga tahun lalu, membuat otoritas setempat terpaksa mendesak 4 juta warganya menggunakan air tidak lebih dari 87 liter per hari.

Bagian paling dikhawatirkan dari kekeringan tersebut adalah munculnya konflik sosial. Kota ini sejatinya tidak benar-benar akan kehabisan pasokan sumber daya air melainkan kemungkinan sisa 10 persen pasokan air di bendungan Theewaterskloof yang merupakan salah satu tempat terbesar penghasil air di Cape Town. Bisa jadi sisa air 10 persen inilah yang akan menjadi sumber konflik.

Polisi dan militer dikerahkan menjelang detik-detik air akan habis. Mereka ditugaskan untuk mencegah adanya konflik warga karena berebut air.

Begitu pentingnya air, sehingga Wartawan BBC Mohammed Allie saat ini tinggal di kota tersebut mengungkapkan bahwa Air telah jelas menjadi emas baru di Cape Town.

Seperti diketahui, pasokan air di Cape Town berasal dari enam bendungan utama dari Western Cape Water Supply System. Bendungan ini memanfaatkan air dari hujan. Volume air di bendungan ini biasanya melimpah pada bulan Mei-Agustus.

Kekeringan yang melanda Cape Town Afrika Selatan terjadi karena anomali cuaca yang menyebabkan siklus kedatangan El Nino lebih lama dari yang seharusnya. Dan sudah berlangsung selama lebih dari 3 tahun.

Berkaca dari Cape Town, sudah seharusnya semua orang menggunakan air dengan bijak karena bukan tidak mungkin apa yang terjadi di Cape Town juga bisa terjadi di tempat lain di belahan bumi ini.