Di Kebumen, Ibu dan Balita Ditebas Pedang hingga Jemarinya Putus

  • Whatsapp

KEBUMEN, hestek.id- Seorang ibu dan balita, warga Desa Karangsari, Kecamatan Kutowinangun, Kebumen menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Keduanya mengalami luka serius lantaran ditebas pedang oleh seorang pria berinisial WA (34) yang tidak lain adalah tetangganya sendiri.

Bacaan Lainnya

Korban berinisial DW (32) mengalami luka sobek di bagian dahi dan kepala belakang. Sementara anaknya yang masih balita kehilangan jemari tangan kirinya yang putus tertebas pedang.

Kasubbag Humas Polres Kebumen, Iptu Sugiyanto mengatakan, peristiwa nahas itu terjadi pada Minggu (10/1/2021) sekitar pukul 16.15 WIB.

“Berdasarkan keterangan saksi di TKP, tersangka dengan membawa pedang, masuk ke rumah korban. Awalnya yang dicari suami korban. Karena tidak ada, istri dan anak menjadi sasaran,” jelas Sugiyanto melalui rilis tertulis, Senin (11/1/2021).

Tersangka kesetanan sambil marah-marah mencari suami korban. Bahkan tersangka mengancam akan membunuh suami korban jika ketemu.

“Beruntung, anak pertama korban yang berusia 10 tahun berhasil melarikan diri saat kejadian,” katanya

Mendengar suara gaduh di rumah korban, warga berkumpul dan tersangka sempat dikeroyok. Beruntung aksi tersebut segera diketahui Polsek Kutowinangun, dan terdangka dapat diamankan dari amukan massa.

“Kita diuntungkan kecepatan pelaporan. Sehingga kita bisa segera datang ke lokasi mengamankan tersangka dari amuk massa sedang korban langsung dilarikan ke rumah sakit,” terang Sugiyanto.

Korban Balita dirujuk dilarikan ke RSUD Margono, sementara ibunya dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Kutowinangun.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka mengaku kesal dengan suami korban karena sering menuduhnya membuang bangkai ayam ke atap rumah korban.

Kasat Reskrim Polres Kebumen, AKP Afiditya Arief Wibowo mengungkapkan, saat ini tersangka sedang menjalani proses penyidikan.

“Tersangka masih kita periksa. Saat ini sudah di Satreskrim Polres Kebumen,” ungkap Afiditya.

Tersangka dikenakan Pasal 80 UU perlindungan anak dan Pasal 353 KUH Pidana tentang penganiayaan yang direncanakan ancaman kurungan paling lama 7 tahun penjara. (iqbal fahmi)

Pos terkait