Dihantam Pandemi, Pajak Hotel dan Hiburan di Banyumas Jauh dari Target

  • Whatsapp

PURWOKERTO,Hestek.id- Pendapatan daerah Kabupaten Banyumas dari sektor pajak hotel dan hiburan di tahun 2020 anjlok.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Banyumas, Eko Prijanto mengatakan, retribusi hotel yang sedianya ditarget Rp 7,2 miliar hanya terealisasi Rp 2,5 miliar.

Bacaan Lainnya

“Data realisasi sampai dengan 24 Desember 2020 (belum selesai rekon data sampai akhir Desember) target hotel Rp 7.247.902.663 terealisasi Rp 2.576.717.904,” katanya kepada hestek.id, Senin (4/1/2021).

Menurut Eko, target tersebut tidak tercapai karena pajak hotel sempat dibebaskan sejak April hingga November.

“Sejak pendemi (April sampai Nopember) kan pajak hotel dibebaskan. Apalagi memang dunia hotel juga sepi,” katanya.

Setali tiga uang dengan pajak hiburan, terget Rp 8 miliar harus dikoreksi menjadi hanya Rp 1,7 miliar. Di akhir tahun, realisasinya hanya Rp 1,5 miliar.

Eko mengungkapkan, satu-satunya sektor penyumbang retribusi yang memenuhi target hanyalah pajak restoran.

“Target restoran semasa pandemi Rp 13 miliar dan terealisasi Rp 13,1 miliar,” katanya.

Target 2021 ekonomi membaik

Menginjak tahun 2021 ini, pemkab menarget pajak hotel sebesar Rp 10,3 miliar. Sementara pajak restoran ditarget Rp 66,7 miliar dan untuk pajak hiburan sebesar Rp 7,4 miliar.

“Tahun 2021, kita pakai asumsi ekonomi sudah membaik. Kalau ekonomi membaik kan berarti perekonomian jalan. Hotel ada pelanggan, kembali membaik. Resto semakin membaik,” kata Eko.

Menurutnya, pajak hotel dan restoran sudah mulai diberlakukan lagi sejak Desember dengan masa pajak Januari.

Ia menambahkan, sejauh ini pihaknya belum mendapat instruksi terkait kebijakan khusus tahun 2021. Terutama bagi sektor pajak perhotelan, resto ataupun hiburan.

“Kita lihat perkembangan 2021, saat ini belum ada,” katanya. (ans)

Pos terkait