Dihantam Pandemi, Pendapatan Pajak Kebumen 2020 Malah Lampaui Target

  • Whatsapp
Wahyu Siswanti, Sekretaris Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kebumen. Hestek/ Hafied

KEBUMEN, hestek.id-Pendapatan pajak daerah tahun 2020 Kabupaten Kebumen, melampaui target yang ditetapkan.

Wahyu Siswanti, Sekretaris Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kebumen menyampaikan, pendapatan Asli Daerah (PAD) Kebumen tahun 2020 dari sumber yang sah tercapai target. Termasuk realisasi pendapatan pajak daerah.

Bacaan Lainnya

“Pendapatan pajak yang dikelola Bappenda tahun 2020, melampaui target Rp 89,6 miliar dan terealisasi Rp 100,3 miliar,” katanya, Rabu (6/1/2021).

Secara akumulasi, PAD Kebumen terealisasi 119,2 persen atau terealisasi Rp 379,1 miliar dari target setelah perubahan sebesar Rp 317,9 miliar.

Tapi kata Wahyu, beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) lain mencatatkan realisasi yang jauh dari target.

Karena itu, Wahyu mengajak OPD untuk terus berinovasi memaksimalkan potensi ataupun mencari potensi baru yang mengarah pada pendapatan daerah.

“Perpajakan akan kami maksimalkan parkir milik swasta, menyisir data potensi sarang burung lawet di gedung dan perumahan, serta merintis potensi pajak dari aset waduk,” ujarnya.

Dia juga meminta agar OPD berkomitmen dalam mencapai realisasi retribusi, sesuai target yang ditentukan. Dengan begitu, harapannya pendapatan daerah dapat terdongkrak.

“Harapannya kesadaran wajib pajak, juga meningkat. Obyek baru dapat mendaftarkan diri, tanpa perlu didata terlebih dahulu,” ujarnya.

Pendapatan Dua OPD Jauh dari Target
Berdasarkan rekap data Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kebumen per 28 Desember, ada dua OPD dengan realisasi terendah meliputi Dinas Kesehatan dan Dinas Perhubungan.

Dinkes mencatatkan realisasi pendapatan retribusi pada angka 50,4 persen atau Rp 322,9 juta dari target Rp 660 juta. Meski demikian, untuk pos pendapatan lain di bawah naungan Dinkes seperti RSUD dan Puskesmas mencatatkan realisasi yang baik bahkan sebagian melampaui target.

Sementara Dishub, realisasi pendapatan Rp 1,29 miliar atau 56,8 persen dari target Rp 2,28 miliar. Ini ditengarai jebloknya pendapatan parkir tepi jalan umum yang hanya Rp 438,7 juta dari target Rp 1,25 miliar.

Sedangkan Disporawisata Kebumen, realisasi pendapatan 78,2 persen atau Rp 3,27 miliar dari target Rp 4,17 miliar. Dibandingkan realisasi tahun 2019 lalu, mengalami penurunan drastis dari Rp 8,63 miliar. (Hafied)

Pos terkait