Dinilai Lalai Saat Rawat Mendiang Istri, Anggota Polresta Banyumas Bakal Gugat RS Ananda

  • Whatsapp
Seorang anggota Polresta Banyumas, Aiptu Seno Wahyu Taruna melayangkan somasi ke Rumah Sakit (RS) Ananda Purwokerto, Kamis (21/1/2021). (HESTEK.ID/Anas Masruri)

PURWOKERTO, hestek.id – Seorang anggota Polresta Banyumas, Aiptu Seno Wahyu Taruna tengah bersiap melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Purwokerto terkait dugaan penelantaran pasien oleh Rumah Sakit (RS) Ananda Purwokerto.

“Kita sedang mempersiapkan untuk proses pengaduan ke dinas terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyumas dan PN Purwokerto,” kata Seno melalui kuasa hukumnya, Alex Irawan Supriyatmoko kepada hestek.id, Selasa (2/2/2021).

Bacaan Lainnya

Menurut advokat yang memiliki akun @alexpwt1810 tersebut, pihaknya sudah melayangkan somasi dua kali ke @rs.ananda. Usai somasi kedua, direksi dan pemilik RS Ananda sempat datang untuk memberikan klarifikasi.

“Kira-kira minggu lalu, usai somasi kedua kita layangkan, mereka menyampaikan bela sungkawa dan meminta maaf kepada keluarga Pak Seno,” katanya.

Meski demikian, pihaknya tetap akan melanjutkan proses hukum. Pasalnya perwakilan RS Ananda tidak membawa serta dokter yang bertugas merawat istri kliennya.

“Jika yang datang dokter adalah yang bertanggung jawab melakukan perawatan, kemudian bisa menjelaskan, mungkin akan berbeda,” katanya.

Rumah Sakit Ananda Purwokerto.

Selain timbul kerugian imateril, pengaduan ini juga untuk mengedukasi masyarakat. Dia berharap masalah profesionalitas RS Ananda tidak terulang kembali.

“Terus puncaknya, dengan tidak diberitahunya pasien adalah pelanggaran Permenkes Nomor 4 Tahun 2018. Implikasi atau resiko hukumnya maksimal penutupan RS,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, seorang anggota Polresta Banyumas, Aiptu Seno Wahyu Taruna melayangkan somasi ke Rumah Sakit (RS) Ananda Purwokerto, Kamis (21/1/2021). Seno menilai pihak RS Ananda tidak profesional dalam memberikan pelayanan hingga membuat Rini Yuwanti (44), sang istri tercinta meninggal dunia.

Seno menilai, RS Ananda kurang sigap dalam proses penanganan pasien. Selain itu, pola komunikasi pihak RS Ananda kepada keluarga pasien juga menjadi catatan merah yang tertuang dalam berkas somasi. (Anas Masruri)

Pos terkait