Dinkominfo Banyumas: Jangan Perjual-belikan Rokok dan Liquid Vape Tanpa Cukai!

  • Whatsapp
Kepala Dinkominfo Banyumas, Yayah Setiono menunjukkan contoh rokok dan liquid yang bercukai asli. HESTEK.ID/anas masruri

PURWOKERTO, hestek.id – Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Banyumas terus melakukan sosialisasi gempur rokok ilegal. Di samping itu, liquid rokok elektrik (vape) yang makin menjamur juga jadi objek sosialiasi, karena banyak juga yang ilegal.

Kepala Dinkominfo Kabupaten Banyumas, Yayah Setiyono mengatakan, sosialisasi gempur rokok ilegal bertujuan untuk memberikan dan meningkatkan pengertian dan pemahaman masyarakat tentang ciri-ciri rokok ilegal.

Bacaan Lainnya

“Selain itu juga untuk mensosialisasikan UU Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai. Jual beli rokok ilegal dapat dikenai sanksi pidana penjara dan atau denda,” katanya, Kamis (18/03/2021).

Sosialisasi dilakukan dengan berbagai cara, seperti pemasangan spanduk/ banner di tempat-tempat strategis. Kemudian, dengan mengkampanyekan gerakan gempur rokok ilegal melalui media massa.

“Kami juga sering membagikan pamflet dengan mengelilingi sejumlah titik di Banyumas. Intinya agar masyarakat jangan memperjual-belikan rokok dan liquid vape ilegal,” katanya.

Rokok ilegak bisa dikenali dengan melihat pita cukainya. Misalnya, pita cukai bekas atau rokok polos tanpa pita cukai, pita cukai palsu, dan pita cukai berbeda maksudnya biasanya pita cukai tidak sesuai nama perusahaan atau beda jenis produk.

Sementara untuk liquid vape ilegal biasanya selain selain tanpa cukai, juga mengandung zat-zat terlarang, dan tidak disertai ijin sah dari Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC).

Larangan peredaran rokok dan liquid vape ilegal ini juga dimaksudkan untuk mengoptimalkan penerimaan negara atas pajak cukai.

“Pajak ini juga akan dikembalikan ke masyarakat melalui pembangunan daerah. Jadi hasilnya untuk kepentingan masyarakat. Sehingga tolong ikut berperan, karena jika masih banyak rokok ilegal, masyarakat juga dirugikan. Gempur rokok ilegal,” katanya. (Anas Masruri)

Pos terkait