Disemprot Bupati Husein, Ini Jawaban Kadinkes Banyumas

  • Whatsapp
Kepala Dinkes Banyumas, Sadiyanto.

BANYUMAS, hestek.id – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Sadiyanto menanggapi teguran Bupati Achmad Husein terkait lambatnya program tes swab massal untuk lansia dan komorbid.

Sadiyanto mengakui, dari total target 11.000 sampel swab, sejauh ini baru tercapai 50 persen.

Bacaan Lainnya

“Total yang dites baru sekitar 5000-an, kombinasi rapid antigen dan PCR. Kemarin-kemarin kan rapid kita terbatas,” kata Sadiyanto, Sabtu (13/2/2021).

Sadiyanto mengungkapkan, untuk mempercepat program, Dinkes sudah memesan perangkat rapid tes tambahan.

“Sekarang baru dapet 5000 lagi dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), Pak Bupati yang minta,” katanya.

Sadiyanto beralasan, lambatnya program rapid tes massal adalah faktor keterbatasan personel.

Para tenaga kesehatan (nakes) yang sebelumnya dikerahkan untuk swab massal terpecah fokusnya ke program vaksin. Selain itu, nakes di puskesmas juga harus mendahulukan pelayanan kepada masyarakat.

“Ditambah ketabrak vaksin, sekarang ini ada pencanangan. Jadi harapannya nanti kami bagi-bagi. Masalahnya, program tambah banyak tetapi kan orangnya masih sama, jadi kita harus ngatur betul-betul,” katanya.

Sejauh ini program pelaksanaan tes rapid dan PCR massal untuk lansia dan komorbid sudah masuk tahap kedua dan masih terus berjalan.

“Ini baru tahap kedua. Dari sekitar 5000 yang dites, ada 111 yang positif PCR dan yang meninggal tiga orang. Terakhir yang meninggal dari Purwokerto Barat,” pungkasnya. (CR2)

Pos terkait