Dua Orang Jadi Tersangka Penyelewengan Dana Bansos Covid-19 Senilai Rp 2,1 M di Banyumas

  • Whatsapp
Kepala Kejari Purwokerto Sunarwan, saat konferensi pers di Kantor Kejari Purwokerto, Selasa (9/3/2021) malam. HESTEK/Dedy

PURWOKERTO, hestek.id – Dua saksi yang sebelumnya diperiksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwokerto, akhirnya ditetapkan menjadi tersangka.

Keduanya, AM dan MT diduga melakukan tindak korupsi dana Jaring Pengaman Sosial (JPS) Covid-19 dari Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker). Total bantuan untuk kelompok tani di Banyumas ini, diduga mencapai Rp 2,12 miliar.

Bacaan Lainnya


Cari Informasi Viral Di Kolom Pencarian

“Sementara kita masih mengumpulkan alat bukti. Namun yang jelas dua orang sudah ditetapkan tersangka,” kata Kajari Purwokerto, Sunarwan, Selasa (17/03/2021).

Meski sudah ditetapka tersangka, keduanya belum dilakukan penahanan. Kejari Purwokerto baru saja melakukan penyitaan barang bukti baru berupa uang tunai dengan nominal Rp 200 juta dari tangan kedua tersangka dengan rincian Rp 160 juta dari AM dan Rp 40 juta dari MT.

Dengan penambahan barang bukti ini, Kejari yang sebelumnya menduga kerugian negara sebesar Rp 1,92 miliar bertambah menjadi Rp 2,12 miliar.

Saat ini, Kejari masih terus melakukan pengembangan alat bukti, untuk menelusuri kemungkinan ada tersangka lain yang belum terjamah. “Untuk penambahan tersangka, nanti kita kembangkan sesuai alat bukti,” katanya.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Tengah, Priyanto yang berada di Purwokerto, menyayangkan bantuan dari pemerintah untuk masyarakat terdampak Covid-19 ini tidak sampai dan diselewengkan.

“Kita sudah melakukan tindakan pencegahan dari tahun kemarin. Namun, hal ini tidak diindahkan, maka kita lakukan penindakan,” katanya.

Dengan mencuatnya kasus ini, ia mengajak peran serta masyarakat agar bisa memberikan informasi kepada Kejari jika menemui kejanggalan dalam penyaluran bantuan. (Anas Masruri)

Pos terkait