Duh! Rasio Kematian Covid-19 di Banyumas Lampaui Dunia

  • Whatsapp
Pemkab Banyumas menggelar rapat persiapan penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Pendopo Sipanji Purwokerto, Jumat (8/1/2021). Hestek/ Dedy

PURWOKERTO, hestek.id-Selain Semarang Raya dan Solo Raya, Banyumas juga termasuk wilayah yang diwajibkan menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat guna pengendalian penyebaran virus Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Banyumas, Sadiyanto mengatakan, ada beberapa alasan kenapa Banyumas diwajibkan menerapkan pembatasan yang dimulai 11-25 Januari 2021 mendatang.

Bacaan Lainnya

Ada empat parameter yang oleh pemerintah pusat dijadikan tolok ukur. pertama dari angka kematian, kemudian angka kesembuhan, kasus aktif yang belum sembuh, serta ketersedian tempat tidur khusus, fasilitas isolasi dan ICU.

“Dari empat parameter itu, rasio kematian akibat Covid-19 di Banyumas jadi alasan utama kita wajib berlakukan pembatasan kegiatan kemasyarakatan,” ujarnya, saat rapat persiapan penerapan pembatasan di Pendopo Sipanji Purwokerto, Jumat (8/1/2021).

Angka kematian di Banyumas, lebih tinggi dari angka kematian provinsi, nasional, bahkan dunia. Saat ini angka kematian di Banyumas mencapai 4,55 persen, lebih tinggi dari nasional yang cuma 2.95 persen.

“Ini jauh dari parameter nasional maupun Provinsi Jawa Tengah yang per hari ini 4,2 persen,” ujarnya.

Tetapi angka kesembuhan di Banyumas mencapai 83 persen, sedikit lebih baik dari nasional yang hanya 82.76 persen. Begitu juga dengan kasus aktif, saat ini tercatat 12.04 persen sementara nasional 14,29 persen.

Untuk ketersediaan tempat tidur khusus, tidak dilihat dari banyaknya tetapi dihitung tingkat pemanfaatannya yang sampai sekarang mencapai 78 persen.

“Dari jumlah itu, sepertiganya itu pasien dari luar Banyumas. Kalau mau fair, warga asli Banyumasnya cuma sekitar 60 persen saja. Kemudian untuk ICU, per hari ini di Banyumas tinggal tersisa 11 tempat lagi,” ujarnya.

Aturan yang diterapkan kali ini kata Sekretaris Daerah Banyumas, Wahyu Budi Saptono, sebetulnya bukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Pemerintah Kabupaten Banyumas, menerapkan aturan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM).

PKM meliputi pembatasan kegiatan di luar rumah, penghentian kegiatan di sekolah atau institusi pendidikan lainnya, pembatasan kegiatan di tempat kerja, tempat ibadah, tempat umum, serta pembatasan kegiatan sosial budaya dan pergerakan orang melalui moda transportasi. (enq)


Cari Informasi Viral Di Kolom Pencarian

Pos terkait