JAKARTA, HESTEK.id – Mendengarkan musik melalui pita kaset kini sudah ditinggalkan orang seiring semakin berkurangnya penggunakan tape recorder. Bahkan ‘kids jaman now’ banyak yang tidak lagi mengenal kaset yang sempat berjaya di era 1980-1990an. Tak heran, kaset dan walkman menjadi generasi 1980-an.

Bagi Anda yang masih menyimpan koleksi kaset-kaset musik, jangan buru-buru memuseumkan kaset-kaset tersebut. Sebuah organisasi audio visual di luar negeri tengah membuat casette player yang jauh lebih modern. Perangkat sederhana tersebut dibuat oleh organisasi audio visual BrainMonk.

Elbow Casette Player adalah inovasi karya pemutar kaset. Salah satunya adalah bentuknya yang kecil dan portable disesuaikan dengan kebiasaan generasi masa kini yang lebih mobile.

Inovasi Elbow langsung menarik minat banyak orang di internet yang tidak sabar untuk membeli pemutar kaset mutakhir ini. Jika Anda termasuk salah satu yang minat dengan pemutar kaset, tahan dulu keinginan Anda untuk bernostalgia dengan kaset-kaset lama. Karena Elbow Cassette Player barulah sebuah desain konsep.

“Kami menerima banyak sekali pesan yang menanyakan harga produk, fasilitas dan kemampuan Elbow Casette Player, karena itu kami harus memberi klarifikasi jika Elbow merupakan desain produk dan belum diproduksi,” tulis Elbow Cassette Player melalui laman resmi mereka.

“Walau demikian, kami terus mencari ahli yang bisa kami ajak bekerjama untuk mewujudukan konsep ini,” imbuh mereka yang merencanakan akan membuat kampanye pengumpulan dana pada awal 2018.

Walau masih sebuah konsep, tetapi kehadiran Elbow Casette Player tampaknya banyak mendapat dukungan. Terbukti konsep ini berhasil menjadi finalis Golden Pin Concept Award di Taiwan akhir tahun ini.

Sejarah Panjang Pemutar Kaset

Pemutar kaset telah melalui serangkaian evolusi yang panjang. Era kaset dengan gulungan pita harus bersaing dengan compact disk (CD) yang akhirnya benar-benar menjadi semakin kecil penggunaannya seiring dengan makin masifnya era musik digital.

Era cassette tape pertama dimulai tahun 1953 dalam format reel to reel yang digunakan luas dalam industri rekaman dan radio. Walau demikian teknologi reel to reel ini dianggal sulit dan mahal sehingga sulit berkembang.

Lalu kemudian berkembanglah format yang mudah digunakan yaitu kaset RCA pada tahun 1958 yang bentuknya sama dengan kaset yang kita kenal sekarang tetapi bentuknya jauh lebih besar.

Philips kemudian memperkenalkan Compact Cassette pada tahun 1962. Hasil inovasi Philips ini dibuat tanpa lisensi, sehingga perusahaan lain bisa memproduksi kaset pita sesuai dengan format Philip.

Walau demikian, hasil suara pada kaset generasi awal belumlah sebaik sekarang. Hingga kemudian pada tahun 1960an akhir, muncul teknologi Dolby yang memungkingkan suara derit pita dan noise bisa dikurangi. Dan menjadi semakin populer pada tahun 1971 berkat teknologi Dolby B.

Seiring dengan semakin populernya penggunaan kaset, Sony meluncurkan pemutar kaset portable pertama yang disebutnya Walkman pada tahun 1979. Inilah pertama kalinya orang bisa mendengarkan musik ke mana saja yang ikut memacu penjualan kaset menjadi semakin lebih besar.

Inovasi teknologi audio terus berkembang pesat, salah satunya dengan lahirnya compact disk pada era 1990-an.  Perkembangan ini memukul industri kaset pita yang semakin hilang dengan majunya musik digital diera internet dan iTunes pada tahun 200oan awal.