Impian anak muda Amerika saat ini adalah menjadi venture capitalist. Wabah tersebut telah menjangkiti generasi baru yang kita kenal dengan generasi Z. Virus ini menyebar luas ke belahan dunia. Bukan hal baru, sebab dengan kemajuan teknologi setiap orang dapat terhubung dengan siapa dan di mana saja dalam kurun waktu yang singkat.

Kemajuan teknologi mendasarkan setiap orang akan menerima informasi, menyelesaikan pekerjaan kantor, mengurus rumah tangga, memindahkan barang, mengkonsumsi dan bahkan memilih produk berkualitas dari tempat di mana jarak bukan lagi sesuatu yang menjadi urusan yang rumit.

Perkembangan digital tersebut semestinya menjadi ruang baru dalam menumbuhkan pendapatan setiap orang, instansi dan negara.

Berbagai platform menjamur, menyediakan dan menyelesaikan permasalahan yang dihadapi masyarakat beberapa tahun belakang. Bahkan setiap orang dari belahan dunia dapat turut memberi komentar terhadap situasi nasional negara tertentu.

Bekraf Sebagai Stimulus

Menjadi penting untuk melirik perkembangan ekonomi digital saat ini. Kemunculan bitcoin sebagai mata uang digital turut menyumbang pengaruhnya.

Venezuela merupakan negara pertama yang mencoba peruntungan pada jenis uang digital. Lewat Petro, Venezuela berharap mendapatkan pembiayaan dalam mereformasi serta menyelamatkan negara sosialis tersebut.

Langkah yang ditempuh Venezuela merupakan jalan lain untuk mencegah negaranya dalam kepailitan setelah mendapat sanksi ekonomi dari Amerika dan Eropa.

Untuk skala indonesia, kemunculan startup seperti iGrow turut serta menyumbang pada sektor pertanian. Startup ini menyediakan kesempatan untuk investor, pemilik lahan, petani dan pembeli dapat terhubung untuk menciptakan produk pertanian. iGrow mengidentifikasi produk pertanian yang memiliki peluang besar, stabilitas harga, dan kualitas yang baik untuk selanjutnya ditawarkan kepada para investor.

Kemajuan digitalisasi produk membantu setiap orang untuk berkembang serta mengambil peran terhadap pelbagai produk dunia yang potensial dari bilik rumah tanpa memandang warga negara, pendapatan atau latar belakang.

Diketahui usaha Presiden Jokowi lewat Perpres Nomor 6 Tahun 2015 dalam mendirikan lembaga pemerintah nonkementrian bernama Badan Ekonomi Kreatid (Bekraf) telah turut mempengaruhi perkembangan industri kreatif khususnya startup. Pemerintah berkeyakinan Bekraf dapat menyumbang setidaknya 13% pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2019 nanti, bahkan menjadi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2020.

Badan Ekonomi Kreatif pada awal dibentuk tahun 2015 mendapat anggaran sekitar Rp 1 triliun dan akan dipakai untuk membiayai program-program yang diharapkan dapat meningkatkan penghasilan bagi negara.

Dewan Perwakilan Daerah mengusulkan RUU Ekonomi Kreatif pada Program Legislasi Nasional 2015-2019. Tujuannya yaitu tidak hanya untuk melindungi para pekerja kreatif, tetapi juga agar ada keberpihakan yang konkret dari pemerintah untuk kemajuan ekonomi kreatif baik dari sisi infrastruktur maupun pendanaan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN.

Dengan upayanya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional pemerintah telah memberikan jalan serta peluang besar bagi pelaku ekonomi kreatif. Food, fashion, otomotif dan jenis industri kreatif lainnya perlahan tumbuh dan berkonstribusi dalam kemajuan peradaban.

Lembaga Kepemudaan dan Era Digitalisasi

Menjadi venture capitalist tentu bukanlah sebuah kesalahan. Memiliki pendapatan atau kecukupan finansial adalah mimpi setiap anak muda. Dengan kemudahan dalam mengakses informasi, belajar dan berkembang secara tepat impian tersebut dapat di wujudkan dengan cepat. Dorongan tersebut adalah angin segar dalam menciptakan iklim sosial yang baru.

Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana setiap institusi atau kelembagaan turut andil didalam mendorong penciptaan dan penerapan ilmu pengetahuan dengan basis teknologi.

Lembaga kepemudaan diharapkan terus berupaya menciptakan iklim yang berkesesuaian dengan gerak dan laju peradaban. Lembaga kepemudaan bukannya justru menjadi latah dan bahkan paling disayangkan jika hanya menjadi followers terhadap perkembangan teknologi saat ini.

Lembaga kepemudaan adalah garda terdepan membentuk generasi muda untuk berkonstribusi positif, menyediakan perangkat serta membuat rumusan yang tepat lewat program – program yang nyata dan berkesesuaian dengan dinamisasi perkembangan teknologi.

Disadari, kemajuan teknologi adalah pedang bermata dua yang pemanfaatannya dapat berbuah positif atau bahkan justru menjurus kepada hal yang negatif. Lembaga kepemudaan adalah harapan bagi tumbuhnya generasi muda yang sadar terhadap efek mendasar dari era digitalisasi saat ini.

Tahun kemarin ekonomi nasional tumbuh di angka 5%, mantan menteri keuangan Chatib Basri menyebut laju tersebut mengancam generasi muda saat ini. Ia berkesimpulan bahwa anak muda terancam tua sebelum kaya. statement tersebut tentu mengusik lembaga kepemudaan yang harusnya memikirkan langkah tepat didalam menghadapi era baru saat ini.

Belajar dengan situasi Yunani yang mengalami kebangkrutan atau seperti halnya dengan Venezuela yang mengalami kepailitan tentu dorongan besar untuk seluruh lembaga kepemudaan untuk turut menyumbang buah pikirnya.

Bahwa tidak ada rumusan baku dalam mengikuti dinamisasi ilmu pengetahuan dan tekhnologi, tetapi dengan kecakapan dan dorongan yang terus menerus akan turut memberi andil dalam menjadikan indonesia sebagai negara kuat dan disegani. (*)