TURKI, HESTEK.id – Palestina seakan tak pernah kehabisan simbol-simbol perlawan. Salah satu yang kemudian menjadi viral adalah sosok Fawzi al Junadi. Foto dirinya dengan penutup saat dikelilingi lebih dari 20 tentara Israel dianggap oleh dunia Internasional sebagai bukti penggunaan kekuatan berlebihan oleh tentara Israel.

Fawzi al-Junaidi yang baru berusia 16 tahun ini ditangkap Desember lalu di tengah berlangsungnya demonstrasi di Tepi Barat, Yerusalem Timur dan Jalur Gaza mengenai keputusan AS yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Fawzi al-Junaidi dituduh telah melempari batu kepada sekelompok tentara Israel. Ia menolak tuduhan tersebut.

Paman Fawzi, Rashad mengungkapkan jika tentara memukuli Fawzi, menutup matanya dan membawanya ke pusat penahanan di pemukiman terdekat. Malam harinya, pukul dua dinihari, Fawzi dipindahkan ke pusat penahanan lain. “Sehari setelah itu, mereka membawanya ke penjara Ofer,” katanya.

Ofer berada di Israel. Kebanyakan mereka menjalani tahanan administratif. Penjara jarang memberi narapidana hak kunjungan, dan keluarga seringkali ditolaj izin untuk menyeberang ke Israel.

Penahanan administratif adalah praktik di mana Israel memenjarakan orang-orang Palestina tanpa tuduhan atau pengadilan. Penangkapan seringkali didasarkan pada “bukti rahasia”.

Terbaru, al-Junadi menjadi tamu kehormatan di Turki–negara yang selaku vokal menentang pencaplokan Israel atas wilayah Palestina. Dalam kunjungan tersebut, Kepala Direktorat Urusan Agama Turki, Ali Erbas, yang menyambut kedatangan Fawzi al-Junaidi menyebut jika al Junadi adalah teladan bagi anak-anak muda.

“Saya harap jumlah pemuda seperti Anda bertambah. Palestina, Yerusalem, dan Masjid al-Aqsa akan segera mendapatkan kemerdekaannya,” tutur Erbas seperti dilansir dari Anadolu Agency, Sabtu (20/1).

Dalam kunjungannya ke Turki, al Junadi mendapat kehoratan bertemu dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di kompleks kepresidenan serta kerkunjung ke parlemen Turki dan kantor pusat Anadolu Agency.