YOGYAKARTA, HESTEK.id – Papua mempunyai banyak sekali potensi. Mulai dari potensi kekayaan alam, kecerdasan alam masyarakatnya, kekayaan sosial-budaya, dan masih banyak lagi. Untuk itu akan diadakan sebuah festival dengan nama Festival Puncak Papua (FPP) di Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua.

Walau dinamai festival, tetapi Festival Puncak Papua memiliki keunikan dibandingkan festival pada umumnya. Festival ini mengajak pesertanya bertualang ke ujung Timur Indonesia–Papua sekaligus juga berinteraksi dengan masyarakat lokal dan memajukan pendidikan anak-anak di sana.

Salah satu kegiatannya adalah pendakian ke puncak tertinggi kedua di Indonesia yaitu Puncak Gunung Mandala (4760 mdpl) di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Bukan sekadar mendaki, karena nantinya mereka yang terpilih akan mengajar anak-anak yang ada di sana.

Ekspedisi yang bertemakan pendakian bernafaskan pendidikan ini diselenggarakan oleh organisasi WANADRI (Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung) berkolaborasi dengan Indonesia Mengajar (IM).

Keduanya mempunyai sejarah yang kuat di tanah Papua. WANADRI dengan berbagai penjelajahannya di tanah Papua, salah satunya yaitu sebagai tim dari Indonesia pertama yang menggapai puncak Mandala pada tahun 1991. Serta Indonesia Mengajar yang telah mengirimkan tiga angkatan pengajar muda-nya untuk mengabdi di Kabupaten Pegunungan Bintang.

Festival Puncak Papua (FPP) sejatinya adalah sebuah pagelaran seni dan budaya yang juga dirangkaikan dengan pendakian ke dua puncak yaitu Puncak Mandala dan Puncak Yamin (4.500 mdpl) serta kegiatan live-in dengan fokus seperti pelatihan guru, peningkatan mutu kesehatan, pendataan lingkungan dan sosio-antropologi, pelatihan budidaya apotek hidup, manajemen keuangan desa dan tidak kalah penting pendokumentasian seluruh kegiatan.

Rencananya kegiatan live-in dan pendakian akan dilaksanakan pada medio April-Mei dan ditutup dengan kegiatan festival yang menampilkan data-data dan hasil dokumentasi kegiatan yang dilaksanakan pada bulan Mei di Oksibil, ibukota Kabupaten Pegunungan Bintang serta di Jakarta-Bandung pada bulan Juni-Juli.

Mahasiswa Asal Pangkep Ikut Pendakian Festival Puncak Papua

Bukan hal mudah untuk ambil bagian sebagai relawan pendaki. Mereka yang terpilih adalah hasil seleksi dari seluruh Indonesia.  Festival Puncak Papua terbuka dengan mengundang seluruh masyarakat Indonesia yang memiliki semangat pendidikan untuk memajukan pendidikan dan ingin berangkat berpetulangan di tanah Timur Indonesia, Papua.

Ada lima pendaki yang akan ambil bagian sebagai tim pendaki puncak Mandala. Salah satunya adalah Ahmad Fikri yang merupakan mahasiswa jurusan Geografi Lingkungan Fakultas Geografi UGM angkatan 2016. Fikri merupakan mahasiswa  UGM asal Pangkajene dan Kepulauan, Sulsel.

“Semoga dengan adanya Festival Puncak Papua ini dapat membuka akses pendidikan dan pariwisata di Pegunungan Bintang, Papua. Dari segi masyarakat lokal, terutama anak-anak, semakin terinspirasi dan semangat belajar untuk meraih cita-cita karena bertemu dengan banyak petualang dari berbagai macam latar profesi,”ungkap Fikri melalui keterangan tertulisnya kepada Hestek.

“Melalui Festival Puncak Papua ini, saya sangat ingin mengamalkan ilmu yang pernah saya peroleh di berbagai pendidikan dan pengalaman selama mengikuti organisasi dan penjelajahan sebelumnya. Selain itu tentu saja saya sangat ingin memperoleh pengalaman baru pada kegiatan ini baik sebagai relawan, penjelajahan dan edukasi-literasi,” ungkapnya.

____________
Untuk dukungan dan informasi lebih lengkapnya dapat diakses melalui tautan resmi FPP di www.festivalpuncakpapua.org atau di akun instagram @festivalpuncakpapua.