Fix, Akhir Pekan Ini Perbatasan Banyumas Dijaga Ketat, Pendatang Dilarang Masuk 2×24 Jam

  • Whatsapp
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banyumas, Wahyu Budi Saptono memberikan pengarahan Satgas Covid 19 di perbatasan wilayah. (HESTEK.ID/Instagram @wb_saptono)

PURWOKERTO, hestek.id – Selama pemberlakukan program ‘Jawa Tengah di Rumah Saja’, Sabtu-Minggu (6-7/2/2021), wilayah perbatasan Kabupaten Banyumas akan dijaga ketat selama 2 x 24 jam.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banyumas, Wahyu Budi Saptono mengatakan, akan ada posko penjagaan di enam titik perbatasan Banyumas. Posko ditempatkan di Kecamatan Pekuncen, Lumbir, Tambak, Somagede, Sokaraja dan Sumbang.

Bacaan Lainnya

“Untuk perbatasan, kami akan dirikan posko selama dua hari, berarti 2 x 24 jam akan ditungguin petugas. Mulai dari pihak TNI, Polri, Satpol PP, Linmas dan ditambah dari sipil dan kepala OPD yang sifatnya supervisi,” kata pemilik akun instagram @wb_saptono, Rabu (3/2/2021).

Untuk masyarakat di luar Banyumas, tidak diperkenankan masuk wilayah Banyumas. Kecuali untuk warga yang hanya melintasi Banyumas dengan tujuan kota lain.

“Harapannya besok yang lewat Banyumas, kalau KTP Jateng ya disuruh balik, tapi kalau KTP Jakarta, misal mau ke Yogayakarta, dipersilahkan. Tapi kalau KTP Jateng ya balik,” ujar Wahyu usai rapat kordinasi.

Dalam penjagaan perbatasan ini, Pemkab Banyumas tidak akan memberlakukan kewajiban untuk rapid tes antigen bagi warga luar Banyumas yang akan melewati wilayah Banyumas.

“Karena ini tidak ada yang masuk (Banyumas, red), makanya tidak ada rapid test antigen, tapi tetap kami siapkan. Harapannya kan tidak ada yang masuk Banyumas,” katanya.

Sementara untuk penjagaan di dalam wilayah Banyumas, akan disiapkan tim penyapu dari Satgas gabungan. Satgas akan berpatroli wilayah untuk memantau tempat-tempat yang tidak diperbolehkan buka.

“Ada tim penyapu satgas gabungan untuk keliling. Apabila ada yang masih buka maka diharapkan untuk tutup selama dua hari. Ini sudah dilakukan Banyumas, ini kesempatan bersama agar rantai penyebaran Covid-19 bisa terputus,” pungkasnya. (Anas Masruri)

Pos terkait