MAKASSAR, HESTEK.id – Lewat perhelatan Pemilihan Kepala Daerah, harapan mendapatkan pemimpin idaman terbuka luas. Di satu sisi rakyat berharap mendapatkan pemimpin yang amanah dan di sisi lain, mereka yang ikut terlibat dalam pilkada berharap mendapatkan amanah tersebut.

Inilah pesta demokrasi. Dan selayaknya pesta semua menyambut suka cita. Yel-yel penyemangat dinyanyikan hingga visi misi dibentangkan luas.

Tak lupa, angka-angka urutan yang memudahkan masyarakat mengenali merekapun mendapatkan maknanya tersendiri.

Dalam Pesta Demokrasi, angka tidak lagi sekadar bilangan. Ia adalah simbol. Ia juga identitas. Dalam kampanye, angka-angka tersebut selalu tak terlupakan untuk disebut.

Nomor 1 untuk Nurdin Halid-Azis Qahhar Mudzakkar; Nomor 2 untuk Agus Arifin Nu’mang – Tanribali Lamo; Nomor 3 untuk Nurdin Abdullah – Andi Sudirman Sulaiman;¬† dan Nomor 4 untuk Ichsan Yasin Limpo – Andi Musakkar.

Berharap saat masanya tiba, suara rakyat juga tidak sekadar dimaknai sebatas angka. Jumlah masyarakat miskin misalnya, seharusnya tak berhenti menjadi angka statistik tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata–mensejahterakan mereka.

Seperti sebuah pesta, kita berharap pesta yang digelar adalah pesta yang penuh kegembiraan. Bukan pesta yang berakhir dengan perpecahan. Karena satu-satunya kegembiraan pesta demokrasi yang diidamkan rakyat adalah tercapai cita-cita masyarakat yang sejahtera, adil dan makmur.

Narasi : Redaksi Hestek
Foto : Andi Agussalim