Gegeran Bansos Lebih Mengarah ke Pungli, Bukan Korupsi

  • Whatsapp
Kabid Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin, Dinsospermades Kabupaten Banyumas, Lilik Mujianto. HESTEK.ID/istimewa

PURWOKERTO, hestek.id – Dalam sepekan terakhir, santer beredar kabar terkait dugaan korupsi program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Namun, kebenaran terkait kabar ini agaknya harus dipertanyakan.

hestek.id sempat menelusuri informasi ini dan bertemu dengan Kabid Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinsospermades Banyumas, Lilik Mujianto. Ia dengan tegas mengakui fakta bahwa ada personel dari Unit Tipikor Polda Jateng yang mulai memintai keterangan dari berpuluh orang di Banyumas.

Bacaan Lainnya

“Yang dimintai keterangan sudah banyak. Paguyuban e-warong dari 27 kecamatan, supplier, sampai dinas, dan dewan (dimintai keterangan, red),” ujar dia.

Namun, ia menyangkal kabar bahwa proses tersebut berkaitan dengan dugaan kasus korupsi.


Cari Informasi Viral Di Kolom Pencarian

“Itu yang dimintai keterangan berkaitan dengan dugaan pungli di tingkat agen. Ada masyarakat yang lapor ke Polda,” kata dia.

Pihak yang terakhir dimintai keterangan, lanjut Lilik adalah perwakilan-perwakilan dari supplier. Jumlah yang dihadirkan dalam proses tersebut pun disebutnya cukup banyak.

“Puluhan,” ujar dia.

Lilik juga menegaskan, jajarannya hanya menyediakan lokasi dan fasilitas untuk personel dari Polda Jateng.

“Kita hanya diminta untuk menyediakan tempat, Polisi butuh apa kita kasih. Soal prosesnya itu full domain Polda,” ujar dia.

Pemeriksaan terhadap kasus bansos ini sudah dua kali dilakukan di kantor Dinsospemades Banyumas. Pemeriksaan terakhir dilaksanakan pada hari Kamis (8/4). Pada pemeriksaan tersebut Polda Jateng memanggil E-warung sebagai penyedia jasa barang BPNT.(topan pramukti)

Pos terkait