MAKASSAR, HESTEK.id – Setelah sukses menyelenggarakan Musyawarah Nasional (MUNAS) di kabupaten maros , Sulsel tahun lalu, Andi Appi Patongai, Koordinator 1000 Guru Sulsel menyebut Munas ke – IV akan diselenggarakan di kota Jogjakarta tanggal 17 – 18 Februari 2018.

Yogyakarta menjadi arena untuk mendiskusikan seluruh masalah yang dihadapi komunitas tersebut. Selain itu menurut Andi Appi, di Munas tersebut juga untuk mendiskusikan pembentukan Yayasan 1000 Guru Pelita Bangsa yang kemudian menjadi dasar pijakan dalam mengelola CSR beberapa perusahaan yang bekerjasama dengan mereka.

“Kami mengakomodir siapa saja yang memiliki kepedulian atas pendidikan di pelosok nusantara.” tegas Andi Appi.

Komunitas 1000 Guru yang awalnya hanya dari akun twitter ini menjelma menjadi komunitas dan memiliki setidaknya 40 regional kota. Andi Appi bercerita, bahwa Jemy Ngadiono yang mengelola akun tersebut memulai dengan mengajak followersnya untuk berkecimpung pada misi mengajar di pedalaman dengan konsep yang benar baru, traveling and teaching (TNT).

Dan siapa sangka program traveling and teaching mampu membius polisi, advokat, dokter, jurnalis, artis, bankir, dosen dan profesi lain turut menjadi volunter di 1000 Guru. Mereka dengan biaya sendiri menyentuh daerah terpencil, menyebarkan semangat tentang arti pentingnya pendidikan untuk kemajuan daerahnya dan juga bangsa, TNT ini kemudian rutin dua bulan sekali di adakan oleh mereka.

Andi Appi juga bercerita khususnya di Sulawesi Selatan tersisa 3 kabupaten yang belum dijamah. Selain itu Smart Center, Renovasi Sekolah dan Satu Bulan Mengajar di Pedalaman (SBMP) adalah program lain andalan mereka.

Khusus untuk SBMP mereka bekerjasama dengan KFC Indonesia mengajak relawannya untuk mengajar di Bahon Langi, Kabupaten Bone. Selama program tersebut 1000 Guru Sulsel menyediakan makanan bergizi untuk 130 siswa setiap hari selama 6 bulan.

Tercatat selain KFC, ada Gaikindo, Dagelan, Hansaplast, hingga Warung Steak pernah menjadi donatur 1000 guru. Donatur tersebut datang berkat kepercayaan yang dijunjung 1000 guru. Dan kini “We Care, We Love We Share,” ala 1000 Guru benar telah menggaung di hampir sudut sekolah pedalaman nusantara.  (Riadi Mappahata)