Gerakan Jateng di Rumah Saja, FPKB: Tidak Solutif!

  • Whatsapp
Ketua Fraksi PKB DPRD Purbalingga, Miswanto. HESTEK/Istimewa

PURBALINGGA, Hestek.id – Gerakan Jawa tengah di Rumah Saja yang dicanangkan Gubernur Jawa Tengah, @ganjar_pranowo sebagai upaya menekan penularan Covid-19, dinilai tidak solutif.

Ketua Fraksi PKB DPRD Purbalingga, Miswanto menilai, kegagalan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dicanangkan Presiden Jokowi semestinya tidak diulangi dengan kebijakan serupa.

Bacaan Lainnya

“Ini kebijakan yang main-main, tidak terukur secara jelas tujuannya. Efek negatifnya, bisa lebih besar dari manfaatnya,” katanya Kamis, (4/1/2021).

Kebijakan itu, seakan tidak menimbang dampak yang akan dirasakan masyarakat kecil. Karena itu, dia berharap Bupati Purbalingga, @dyahhayuningpratiwi, mempertimbangkan lagi untuk penerapannya di Purbalingga.

“Bupati baiknya menimbang dulu dan berfikir pola penerapannya di Purbalingga. Bayangkan saja masyarakat secara total, harus ndekem di rumah padahal kebutuhan harian mereka akan bisa terpenuhi jika di luar rumah,” katanya.

Kalau gubernur meyakini lockdown dapat menekan pertumbuhan kasus Covid-19, inovasi kebijakannya harus lebih rasional.

“Jangan hanya membuat kebijakan yang bombastis saja, efeknya bagi masyarakat kecil juga harusnya dipikirkan,” katanya.

Dalam kesempatan sama, Miswanto juga memberikan saran kepada gubernur agar mulai mengevaluasi kebijakan yang diterapkan dalam dunia pendidikan.

Dia mencontohkan Madrasah Diniyah atau pengajian malam hari yang dilakukan secara tatap muka, sepertinya tidak mempengaruhi penyebaran Covid-19 sepanjang memperhatikan protokol kesehatan yang ketat.

“Kami berharap belajar daring, secara perlahan mulai dihilangkan dan mulai kembali tatap muka. Beban orangtua semakin berat, secara pedagogis dan psikologis bagi perkembangan anak juga kurang baik,” ujarnya. (Varo)

Pos terkait