Gila!! Mahar Politik Pilihan Ketua DPD II Golkar Purbalingga Capai Ratusan Juta

  • Whatsapp
Ilustrasi Partai Golkar. foto: suara.com

PURBALINGGA, hestek.id – Sebuah kabar miring terkait beredarnya beratus-ratus juta uang mahar politik meletup dari Purbalingga. Peredaran rupiah dalam jumlah fantastis ini berkaitan dengan Musyawarah Daerah DPD II Partai Golkar (Golongan Karya) yang seharusnya digelar dalam waktu dekat ini.

Hestek.id sempat bertemu dengan beberapa orang yang mengaku mendapatkan iming-iming uang tunai dan barang untuk mendukung salah satu calon yang hendak maju. Orang-orang yang mendapatkan rayuan ini merupakan pemegang suara dalam Musda, yaitu Ketua Pengurus Kecamatan (PK) Golkar dari beberapa wilayah.

Agus Sulastomo adalah salah satunya. Pria yang menjabat sebagai Ketua PK Golkar Kejobong ini mengaku mendapatkan tawaran dengan nilai yang luar biasa. Nilainya kurang lebih mencapai Rp 200 juta untuk mengalihkan dukungannya dari Tenny Yuliawati ke Sudono.

“Minggu lalu saya ditawari mobil Avanza komplit sama BPKB-nya. Kalau dikonversi ke rupiah ya sekitar Rp 200 juta lah,” kata dia.

Ia mengatakan, tawaran tersebut tidak datang langsung dari Sudono. Adalah Sirto, Ketua PK Golkar Rembang yang disebutnya memberikan tawaran tersebut. Pun demikian, tawaran tersebut ditolak tegas oleh Agus.

Ali Fajar, Ketua PK Golkar Karangmoncol juga mengungkapkan hal yang senada. Perbedaannya hanya di nilai nominal tawarannya saja.

“Kalau saya dipanggil ke rumah Mas Ansor, ketua PK juga. Di sana, saya sudah ditawari uang, diletakkan di meja, saya cuma lihat, tidak menyentuh sama sekali,” kata Ali.

Ali mengaku dirinya boleh mengambil uang tersebut dengan syarat menandatangani dukungan untuk Sudono. Selain itu, ia juga diminta untuk menerima Laporan Pertanggunjawaban Sudono sebagai Ketua DPD II Golkar Purbalingga periode lalu.

Selain Ali dan Agus, ada pula Suwardi (PK Mrebet) dan Tri Utomo (PK Kutasari). Keduanya mengaku mendapatkan tawaran uang dari orang yang sama, Sirto. Nilainya sekitar Rp 50 juta. Tapi keduanya kompak menolak tawaran tersebut.

“Setelah ditolak, saya sempat ditawari lagi. Intinya ditawari lebih lah, kalua tidak Rp 50 juta, ditanya mintanya berapa, nanti tinggal diambil di rumah,” kata Tri Utomo.

 

Mengelak

Hestek.id yang berusaha mengonfirmasi hal informasi ini mendapat jawaban tegas dari Sirto. Menurutnya, tuduhan yang dilayangkan dari PK-PK tersebut tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Ia juga mengaku tidak melakukan upaya-upaya pengkondisian apapun.

“Itu kan bahasa tidak bisa dipertanggungjawabkan, saya tidak tahu, sampai hari ini saya di Banyumas,” ujarnya.

Terpisah, Ansor, Ketua PK Golkar Kertanegara yang disebut-sebut sudah menerima rupiah pengkondisian ini juga membantah informasi tersebut.


Cari Informasi Viral Di Kolom Pencarian

“Ini memang sedang dinamika politik, tapi terkait tawaran atau transaksi (mahar, red) tidak ada,” kata dia.(hestek.id)

Pos terkait