Gula Kelapa Jadi Anak Emas, Pemerintah Banyumas Ajukan Rp 5 Miliar untuk Pelatihan

  • Whatsapp
Sejumlah penderes di Desa Campakoah, Kecamatan Mrebet, Purbalingga mendapat pelatihan sabuk pengaman, Rabu (30/12/2020).

PURWOKERTO,Hestek.id- Angin segar menghampiri pada pelaku usaha gula semut dan kerajinan sabut kelapa di Banyumas. Menginjak tahun 2021, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas mengajukan anggaran sebesar Rp 5 miliar untuk menggenjot produktifitas dua sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ini.

“Kita lagi berharap dari Provinsi Jawa Tengah ada anggaran untuk penguatan produk gula semut dan kerajinan sabut kelapa. Kita telah mengajukan anggaran senilai Rp 5 miliar,” kata Kabid UMKM Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan UKM (Dinakerkop-UKM), Ari Kusyono, Senin (4/1/2021).

Bacaan Lainnya

Anggaran tersebut, kata dia, akan dimanfaatkan untuk menggelar sejumlah pelatihan bagi pengrajin gula semut dan kerajinan sabut kelapa dalam satu tahun ini.

Menurutnya, produk gula semut Kabupaten Banyumas sangat potensial untuk bisa dikembangkan. Namun, saat ini para pengrajin belum bisa memenuhi permintaan pasar, terlebih untuk kebutuhan ekspor.

Info Dinperindag, dari total kebutuhan 30 ribu ton gula semut per tahun, para pengrajin di Banyumas baru bisa memproduksi sekitar 10 ribu ton.

“Ini kan masih kurang banyak. Nantinya juga untuk mendorong penambahan wirausaha baru atau diversifikasi produk,” katanya.

Namun, pihaknya masih menunggu proses penganggaran dari Pemprov Jateng.

“Semoga bisa gol, kalau tidak kita akan maksimalkan APBD yang ada,” katanya.

Sektor lain jadi anak tiri

Sementara itu, sektor UMKM selain gula kelapa nampaknya belum dapat menikmati subsidi serupa tahun ini. Pemerintah berdalih, prioritas anggaran masih difokuskan untuk penanganan Covid-19.

“Untuk Tahun 2021 ini belum jelas juga bagaimana UMKM ke depan, karena sifatnya juga masih menunggu,” kata Ari.

Menurut Ari, dalam APBD Banyumas ada pos sebesar Rp 350 juta untuk menggelar pelatihan pelaku UMKM.

“Jadi memang prihatin karena anggaran masih difokuskan dalam penanganan Covid-19,” ujarnya.

“Semisal untuk mengejar promosi atau pameran juga masih menunggu kebijakan terkait kondisi Covid-19,” Pungkas Ari. (ans)

Pos terkait