HIPMI: “Jateng di Rumah Saja” Adalah Kebijakan Prematur

  • Whatsapp
Pengusaha muda yang tergabung dalam HIPMI mendatangi kantor DPRD untuk memprotes kebijakan Jateng di Rumah Saja besutan Ganjar Pranowo. HESTEK/anas masruri

PURWOKERTO, hestek.id – Program Jateng di Rumah Saja dianggap sebagai sebuah keputusan yang prematur dan mendadak. Hal ini diungkapkan Ketua BPC HIPMI Banyumas, Kundiharto saat mengadu ke Kantor DPRD Banyumas, Kamis (4/2/2021).

Menurutnya, keputusan ini diambil dalam waktu yang mendadak. Imbasnya, tak sedikit pengusaha yang kaget dan tak tahu harus berbuat apa. Mereka yang bakal terimbas parah adalah yang bergerak di dunia kuliner.

Bacaan Lainnya


Cari Informasi Viral Di Kolom Pencarian

“Banyak sekali yang sudah belanja bahan baku, tapi keluar keputusan mendadak, ini yang membuat teman-teman pengusaha resah,” ujar dia.

Tak hanya mendadak, kebijakan ini juga dinilai muncul tanpa koordinasi dengan pihak-pihak yang akan terimbas. Ini merupakan aspek yang perlu disesali dari kebijakan ini.

“Tidak diajak dialog sama sekali. Saya sudah menghubungi Kadin, Aspikmas (asosiasi pengusaha kecil menengah) dan HIPMI tidak diajak untuk diskusi,” katanya.

Ia menambahkan, selama PPKM, pelau usaha sangat prihatin. Sebab, sebagian besar pengusaha kuliner khususnya mengalami penurunan omset yang cukup parah.

“Dampaknya sangat tragis, lebih dari 70 peresen, terutama pengusaha kuliner. Kemarin saja ada teman hanya mendapat pemasukan Rp 15 ribu,” katanya.

Anggota Komisi 3 DPRD Kabupaten Banyumas, Rachmat Imanda menilai kebijakan Program ‘Jawa Tengah di Rumah Saja’ pada akhir pekan ini sangat mendadak. Surat edaran yang ditandatangani tanggal 2 Februari tersebut hanya menyisakan empat hari untuk implementasinya.

“Kebijakan ini sangat mendadak. Mereka (pengusaha, red) jelas akan kesulitan karena mereka sudah menyiapkan bahan baku untuk produksi,” katanya.(anas masruri)

Pos terkait