Husein: 80 Persen Kematian Pasien Covid-19 Karena Terlambat Periksakan Diri

  • Whatsapp
Bupati Banyumas, Achmad Husein

PURWOKERTO,hestek.id- Pada minggu kedua Januari 2021 ini, sudah ada 59 orang meninggal dunia karena terpapar Covid-19 di Kabupaten Banyumas. Tingginya angka kematian ini, dinilai karena keterlambatan penanganan dari tenaga kesehatan.

“Total yang meninggal ada 275 orang. Sedangkan untuk Januari sudah ada 59 orang yang meninggal karena Covid-19. Kemarin Sampai tadi malam saja ada 3, sebelumnya ada 6, dan pernah ada 3 yang meninggal setiap harinya. Jadi belum membaik meski segala upaya telah dilakukan,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Sadiyanto, Kamis (14/1/2021).

Bacaan Lainnya

Dia mengungkapkan, angka rata-rata kasus kematian Covid-19 di Kabupaten Banyumas melebihi tingkat provinsi, nasional, dan bahkan melebihi global.

Di Banyumas angka kematian rata-ratanya 4,94. Sedangkan angka kewajaran menurut WHO adalah di angka 5. Meski belum melebihi angka 5, tetapi di Banyumas selalu ada peningkatan.

“Pada saat ditentukan masuk PSBB itu baru 4,55. Hari ini 4,94 dan angka nasional 2,95. jadi kita di atasnya,” katanya.

Bupati Banyumas, Ir Achmad Husein mengatakan, dari hasil evaluasi, sebagian besar kematian pasien Covid-19 dikarenakan keterlambatan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

“Angka kematian setelah ditelusuri, 80 persen diantaranya adalah karena datang terlambat. Sebenarnya kalau tidak terlambat memeriksakan sendiri, penderita Covid-19 kalau dirawat lebih cepat maka kemugkinan besar bisa ditolong,” katanya.

Ia berharap, masyarakat bisa memahami hal tersebut. Jika merasakan gejala yang ditimbulkan seperti gejala Covid-19 maka masyarakat dengan kesadaran pribadi untuk melakukan Rapid Test Antigen.

“Ada hotline dari dinkes, kalau ada indikasi Covid, cepat menghubungi untuk segera dites antigen dan jika komorbid bisa langsung siap. Kita juga ada layanan Public Safety Center (PSC) 119 di Dinkes,” katanya. (Anas Masruri)

Pos terkait