Husein: Ujare Nyong Ora Puyeng Apa?

  • Whatsapp
Tangkapan layar percakapan Bupati Banyumas, Ir Achmad Husein dengan masyarkat maya. HESTEK.ID/anas masruri

PURWOKERTO, hestek.id – Bupati Banyumas, Achmad Husein kembali jadi bulan-bulanan netizen dalam lanjutan drama penanganan Covid-19.

Pada video yang diunggah di akun facebook, Ir. Achmad Husein, Bupati menyampaikan informasi tentang PPKM Berskala Mikro. Meski ada yang memberikan tanggapan positif, banyak pula netizen yang memberikan respons negatif.

Bacaan Lainnya

Komen-komen miring ini ditanggapi Husein dengan jawaban bernada ketus. “Ujare nyong ora puyeng apa? (kamu kira saya tidak pusing?, red),” tulis Husein di kolom komentar.


Cari Informasi Viral Di Kolom Pencarian

Jawaban ini pun makin memicu komentar negatif dari masyarakat maya.

Husein juga menuliskan komentar lain yang juga menuai cemooh dari netizen.

Ngode gari ngode koh, sapa sing nglarang ngode sih? (Kerja tinggal kerja, siapa yang melarang untuk bekerja),” tulis dia.

Dikonfirmasi soal pernyataannya ini, Husein mengatakan, sebagai Bupati, Ia tidak tahu lagi bagaimana membalas respons dari masyarakat. Menurutnya, apa yang dilakukan di Banyumas adalah instruksi dari pemerintahan di atasnya. Baik itu dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah maupun Pemerintah Pusat.

“Harus Bagaimana saya membalasnya. Saya selalu disalahkan, padahal kan saya hanya menindaklanjuti aturan dari atas,” katanya.

Ketika ditanyakan kelanjutan Program Jawa Tengah di Rumah Saja misalnya, Husein juga enggan menjawab pertanyaan awak media.

“Jangan tanya saya lah, nanti saya di-bully lagi. Yang jadi masalah seperti PPKM dua hari itu dikira buatan Bupati Banyumas bikin sulit,” katanya.

Dengan banyaknya perubahan program pembatasan kegiatan masyarakat, menurutnya, adalah untuk mengendalikan angka kematian yang bisa tidak terkendali.

“Sebetulnya peraturan itu untuk melindungi masyarakat luas, supaya tidak terjadi kematian yang membludak dan tak terendali. Kalau dulu tidak ada aturan dan masyarakat dibiarkan saja, kematian di Indonesia bisa 10 kali lipat daripada kondisi sekarang,” katanya. (Anas Masruri)

Pos terkait