YOGYAKARTA, HESTEK.id – Ustadz Abdul Somad kembali mendapatkan hadiah sebuah keris. Kali ini hadiah keris diberikan oleh Masjid Jogokariyan. Seperti diketahui, sebelumnya, Ustadz Abdul Somad telah mendapatkan keris dari Ustadz Salim Fillah atas nama Yayasan Mandat Mataram dan juga keris dari Lembaga Adat Melayu Riau.

“Selama sepekan ini sudah 3 kali dapat keris. Pertama dari Ustadz @salimafillah. Kedua dari Lembaga Adat Melayu Riau. Ketiga dari Masjid Jogokariyan. Entah pertanda apa, mungkin persiapan menghadapi orang gila. Wallahua’lam,” tulis Ustadz Abdul Somad dalam akun instagramnya.

Ustadz Abdul Somad yang merupakan orang Melayu tentu sangat dekat dengan keris. Keris tidak lagi hanya sebagai sebatas senjata tetapi juga sebagai sebuah seni dan cindera mata.

Lalu keris-keris apakah yang dihadiahkan kepada Ustadz Abdul Somad? berikut ulasannya.

Keris Kiyahi Sasmita

Keris berwarna emas ini dihadiahkan oleh Ustadz Salim Fillah atas nama Yayasan Mandat Mataram menjelang penganugerahan gelar ‘Datuk Seri Ulama Setia Negara’ yang dianugerahkan oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau Selasa (20/2/2018).

Dalam postingan istagramnya, Ustadz Salim Fillah menjelaskan jika Kyahi Sasmita, berdhapur Sempaner, berpamor Wahyu Tumurun, bertangguh Sultan Agung, berwarangka Wulan Tumanggal Trembalo Iras disungging Modang berintikan lambang perjuangan Palestina.

Keris ini bertangguh Sultan Agung atau ciri keris ini mengacu pada ciri Mataram Sultan Agung (1613-1645).

Ustadz Salim juga menjelaskan jika Deder atau hulu keris terbuat dari Kayu Trembalo Jawa yang disungging. “Bahannya kayu Trembalo Jawa gandar iras (utuh), kayu istimewa untuk sarung pusaka,” tulisnya.

“Makna Sasmita sesuai kepribadian beliau (Ustad Abdul Somad), luwes karena manthiq yang kokoh dan santun karena, paham perbandingan madzhab dan amat mengetahui variasi aqwal para ulama. Ketat pada diri tapi membawa keluasan bagi umat,” tulis Ustadz Salim.

Lebih lanjut dijelaskan jika Dhapur (Bentuk Tampilan) keris ini disebut Sempaner atau Sempana Bener. Sempana artinya fathanah (cerdas cerdik), Bener artinya shiddiq (jujur dan lurus). Ini sesuai dengan pembawaan Tuan Guru sebagai da’i, yang dikenal masyarakat selama ini.

“Pamor (Pola Hiasan Meteorit) pada bilahnya termasuk Wahyu Tumurun. Ini menggambarkan Al Quran yang nuzul sebagai bimbingan terus-menerus dalam kehidupan,” lanjutnya.

Keris Lembaga Adat Melayu-Riau

Selain mendapat gelar kehormatan Datuk Seri Ulama Setia Negara yang diberikan Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau atas dedikasinya dalam penyebaran agama Islam, Ustadz Abdul Somad juga mendapatkan seperangkat kebesaran adat Melayu berupa tanjak, selempang dan keris.

Keris Dari Masjid Jogokariyan

Keris dari Masjid Jogokariyan diberikan saat Ustadz Abdul Somad memberikan tausiyah di di Masjid Jogokariyan, Mantrijeron, Kota Yogyakarta Jumat, 23 Februari 2018.  (berbagai sumber)