Jadi Kuliner Legenda Purwokerto, Sahoun Ayam Pak Kartim Pertahankan Cita Rasa Asli Sejak 1975

  • Whatsapp
Sahoun Ayam Pak Kartim. Photo by @dwines45 from Instagram.

SAHOUN? Mi Soun atau bihun? Ketiga nama yang barusan disebut, merupakan tiga sajian berbeda. Mendengar sahoun, sepintas memang tak jauh berbeda dengan mi soun atau bihun. Tetapi sahoun ini, bukan jenis mi melainkan olahan aci dan tepung beras.

Buat sebagian besar warga Purwokerto, harusnya tak asing lagi dengan Sahoun Pak Kartim yang menjual sajian menyerupai mi atau kwetiau ini.

Bacaan Lainnya

Tekstur nya kenyal dan agak lembek, disajikan dengan suwiran ayam, daun bawang dan sedikit kecap asin lalu yang kemudian disiram kuah kaldu bening dan segar.

Sejak 41 tahun silam, cita rasa sajian ini tetap terjaga, baik dari kualitas bahan maupun cara pembuatannya.

Kusmiyati, generasi ketiga di keluarga Pak Kartim yang sekarang meneruskan usaha keluarganya tersebut mengatakan, cuma itu kunci melegendanya Sahoun Pak Kartim yang hingga kini masih menjadi satu-satunya di Purwokerto.

“Dalam sehari minimal menjual 100 sampai 150 porsi sahoun ayam,” kata Kusmiyati.

Kuah Sahoun Ayam Pak Kartim ini, sebetulnya terbilang ringan dengan bumbu yang cukup sederhana. Kata Kusmiyati, kuah kaldunya cuma diracik dari campuran pala, merica, penyedap, dan garam saja. Tapi dengan bahan sederhana itu, sahoun ayam terasa gurih, hangat dan segar, cocok untuk dinikmati di berbagai suasana.

“Banyak yang menjadikan Sahoun Ayam Pak Kartim ini, sebagai asupan untuk diet dan menjadi menu makanan sehat,” katanya.

Kusmiyati memastikan, sahoun ayam yang dijualnya sama sekali tidak menggunakan minyak dan tanpa proses penggorengan pada setiap bahannya. Bahkan, lemak dari ayam juga disaring saat perebusan, supaya tetap rendah kalori tetapi mengenyangkan.

Perpaduan kuah dan bahan yang menyehatkan, menjadikan sahoun bertekstur lembut dan bercita rasa alami yang khas.

“Kalau lagi flu, kehangatannya membuat siapapun berkeringat lho,” ujarnya.

Sahoun Ayam Pak Kartim sekarang sudah punya tiga gerai, dan 2 gerobak keliling. Anda bisa mencobanya dengan menyambagi kedai di Jalan Pramuka, Jalan Arcawinangun, dan kedai utama di Jalan Kaliputih No.18, Purwokerto.

Harganya cukup bersahabatm hanya Rp11 ribu saja per porsinya. Kalau ingin mencicipinya, sebaiknya datang lebih awal saat jam makan siang, karena biasanya pukul 3 sore sudah habis.

Pos terkait