Jadi Pengedar Hexymer, SS Dicokok di Depan Rumah

  • Whatsapp
SS menjadi tahanan setelah kedapatan mengedarkan Hexymer. HESTEK.ID/istimewa

KEBUMEN, hestek.id – Pemuda berinisial SS (24), warga Kedungwinangun, Klirong harus berurusan dengan Satuan Reskrim Polres Kebumen. Sebab, pemuda yang sehari-hari bekerja sebagai kernet truk itu tertangkap basar menjual pil hexymer.

Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama melalui Kasat Resnarkoba AKP Paryudi mengatakan, tersangka ditangkap Sat Resnarkoba bulan lalu. Ia tertangkap setelah Polres mendapatkan informasi masyarakat.

“Informasi yang kami dapat, tersangka SS ini mengedarkan pil hexymer secara ilegal kepada warga masyarakat,” kata AKP Paryudi didampingi Kasubbag Humas Polres Iptu Tugiman, Rabu (28/4).

Dari penangkapan itu polisi berhasil mengamankan barang bukti sebelas buah plastik klip warna bening yang berisikan masing masing sebelas butir obat jenis hexymer, serta satu strip atau delapan butir obat tramadol.

Kepada polisi, tersangka mengakui,  ratusan pil koplo itu ia dapatkan dari seseorang di daerah Kabupaten Tanggerang.

“Tersangka mendapatkan pil ini saat bekerja menjadi kernet. Kebetulan tujuan truk yang dikerneti oleh tersangka adalah Kabupaten Tanggerang, tempat dimana obat ini diperoleh,” kata AKP Paryudi.

Tersangka memperoleh lima belas paket hexymer dengan harga 250 ribu Rupiah. Selanjutnya, tersangka menjualnya kembali dengan keuntungan tiap paketnya 30 ribu Rupiah kepada warga masyarakat Kebumen.

Pil hexymer tidak boleh dikonsumsi secara sembarangan. Jika masih muda dan sehat namun nekat mengonsumsi obat yang tidak sesuai peruntukannya, dampaknya tidak main-main.

Obat keras ini untuk pasien parkinson. Jika dikonsumsi dalam jangka panjang oleh remaja maka dapat mengakibatkan pikun lebih awal. Pada kasus overdosis, bisa menyebabkan kematian.(hestek.id)

Pos terkait