Jadi Penjahat Butuh Mental Kuat, Tiga jam Setelah Beraksi, Begal HP Ini Menyerahkan Diri

  • Whatsapp
Dua orang pemuda pelaku kejahatan perampasan handphone di Purbalingga ini, langsung menyerahkan diri selang dua jam setelah melakukan aksinya. HESTEK/Vandi

PURBALINGGA, hestek.id – Mengaku ketakutan, dua orang pemuda perampas handphone di Purbalingga ini langsung menyerahkan diri selang dua jam setelah melakukan aksinya.

NS (23) warga Desa Selanegara, Kecamatan Kaligondang dan SS (23) warga Desa Lamuk, Kecamatan Kejobong ini, merampas HP yang sedang dimainkan dua orang bocah di pinggir jalan di Desa Gumiwang, Kecamatan Kejobong, Senin (25/1/2021) lalu.

Bacaan Lainnya

Kabag Ops Polres Purbalingga, Kompol Pujiono mengatakan, korban bernama Dewi Jaroh Rahayu (30) dan Kasmini (43) warga Desa Gumiwang, Kecamatan Kejobong. Saat kejadian, handphone sedang dipakai anaknya yang bernama Andika Fahri Kurniawan (10) dan Satria Nur Fauzi (9) untuk bermain game di pinggir jalan.

“Pelaku berboncengan sepeda motor, menghampiri anak-anak yang sedang bermain handphone di pinggir jalan. Kemudian anak-anak tersebut diajak ngobrol, saat lengah pelaku merampas handphone kemudian kabur,” Katanya.

Peristiwa itu dilaporkan ke Polsek Kejobong dan polisi langsung melakukan pencarian tersangka dengan ciri-ciri yang sudah dikantongi.

Saat dalam pengejaran dan pencarian, salah seorang tersangka berinisial SS justru menyerahkan diri ke Polsek Kaligondang sekitar pukul 14.00 WIB.

“SS mengaku takut. Tersangka lain berinisial NS, berhasil diamankan di rumahnya berikut barang bukti hasil kejahatan,” ujarnya.

Barang bukti yang diamankan di antaranya sebuah handphone Android merk Samsung tipe Galaxy J2 Primer warna Silver, sebuah handphone Android merk Xiaomi tipe Redmi 5A warna hitam. Diamankan pula sepeda motor Honda Beat bernomor polisi B-3226-TEO yang dipakai dua tersangka untuk beraksi.

Keduanya mengaku nekat melakukan perampasan, karena butuh duit untuk keperluan sehari-hari. Satu tersangka tidak memiliki pekerjaan tetap, satu lainnya merupakan buruh pengangkut pasir.

“Kepada tersangka dikenakan pasal 363 ayat (2) ke-4 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. Ancaman hukumannya maksimal tujuh tahun penjara,” katanya. (Vandi Romadhon)

Pos terkait