Jadi Tuan Rumah Muktamar Ikatan Pelajar Muhammadiyah, UMP Berikan Beasiswa Rp 2,2 Miliar

  • Whatsapp
Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menjadi tuan rumah Muktamar Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) XXII, Jumat (26/3/2021). HESTEK/Anas

PURWOKERTO, hestek.id – Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menjadi tuan rumah Muktamar Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) XXII. Dilakukan secara daring, peserta dari seluruh Indonesia berkesempatan mendapat beasiswa senilai Rp 2,2 miliar.

“Kita ketempatan tuan rumah untuk Muktamar IPM XXII. Pesertanya ada 1.000 lebih yang hadir sesuai dengan protokol ksehatan. Sementara di sini, ada 100 orang yang hadir secara langsung,” kata Rektor UMP, Jebul Suroso, Jumat (26/3/2021).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, IPM adalah salah satu organisasi yang bisa dijadikan wadah untuk mengembangkan potensi para pelajar. Sehingga ketika masuk jenjang perguruan tinggi, akan lebih mudah beradaptasi untuk menggapai prestasi.

Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menjadi tuan rumah Muktamar Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) XXII, Jumat (26/3/2021). HESTEK/Anas

Dari IPM, kata dia, juga telah terbukti ada sejumlah tokoh nasional yang berangkat dari organisasi pelajar ini. Seperti misalnya Ketua PP Muhammadiyah, M Busyro Muqoddas dan beberapa tokoh lainnya.

“Ini sejarah baru, UMP menjadi rumah kader. Mudah-mudahan lahir calon pemimpin baru di IPM. Karena dari pengalaman, sejumlah tokoh yang telah menjadi pemimpin di persyarikatan Muhammadiyah berawal dari IPM,” katanya.

Untuk itu, pihaknya tidak ragu untuk memberikan fasilitas kemudahan kepada para kader IPM bisa melanjutkan pendidikan di UMP. Yakni dengan memberikan beasiswa senilai Rp 2,2 miliar.

“Kami berikan beasiswa Rp 2,2 miliar untuk seluruh pelajar Muhammadiyah dari ujung barat sampai timur yang akan belajar di UMP,” katanya.

Menurutnya, UMP akan menjadi tempat yang tepat untuk bisa berprestasi bagi kader IPM. Terlebih anak-anak yang terbiasa berorganisasi memiliki pemikiran yang konstruktif sehingga bisa disalurkan dengan bergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di jenjang perguruan tinggi.

Ketua IPM, Hafis Syafaturrahman mengatakan, Muktamar dalam masa pandemi ini memiliki tantangan tersendiri karena dilakukan melalui daring. Namun, ia yakin dari 1.200 peserta yang ikut akan tetap memberikan kontribusi positif dalam mukatamar ini.

“Muktamar diselenggarakan di 80 tempat berbeda di seluruh Indonesia. Agendanya untuk evaluasi satu periode, membuat agenda aksi, dan pemilihan ketua yang baru,” katanya.

Menurutnya, penguatan ideologis para pelajar di Indonesia adalah tantangan yang sebenarnya. Pasalnya, derasnya arus informasi seringkali mengaburkan wacana keislaman.

“IPM akan fokus pada gerakan seperti pengatan ideologis. Di tengah arus informasi yang besar kita harus membentengi para pelajar dengan melawan dan merebut wacana ketengahan seperti yang ada di Muhammadiyah,” katanya. (Anas Masruri)

Pos terkait