‘Jateng di Rumah Saja’, Pedagang Pasar Bobotsari Tuntut Bantuan

  • Whatsapp
Pasar Bobotsari, Purbalingga, Rabu (3/2/2021). (HESTEK.ID/Vandi Romadhon)

PURBALINGGA, hestek.id – Rencana Bupati Purbalingga untuk mengikuti program ‘Jateng di Rumah Saja’ mendapat penolakan dari Pedagang Pasar Bobotsari.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Bobotsari, Puput Adi Purnomo keberatan dengan penerapan program tersebut. Bagi dia, pasar merupakan obyek vital, tempat pemenuhan kebutuhan pokok dan perputaran ekonomi rakyat.

Bacaan Lainnya

“Kami keberatan (Jateng di rumah saja, red). Rata-rata pelaku usaha di pasar merupakan pelaku usaha yang mendapatkan penghasilan secara harian. Jika tidak mendapatkan penghasilan hari itu, maka tak ada yang bisa dimakan untuk hari itu,” kata pemilik akun instagram @puputadipurnomo, Rabu (3/1/2021).

Menurutnya, pelaku usaha di pasar tradisional saat ini sudah terpuruk karena imbas pandemi Covid-19. Ditambah lagi perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang tak kunjung usai.

Dia meminta pemerintah tidak tebang pilih dan pilih kasih. Jika pasar tradisional diwajibkan tutup, maka toko modern juga harus bernasib sama.

“Kalau pun tetap dilaksanakan, kami mimta ritel dan toko modern juga harus tutup. Nek ora mengko sing biasa ming pasar malah pada becer neng kono (toko modern, red),” katanya.

Selain itu, Puput juga meminta pemerintah tidak lepas tangan begitu saja. Dia menuntut pemerintah memberikan bantuan atau stimulus kepada para pedagang di apsar yang terdampak.

“Kami minta ada stimulus khusus bagi pelaku usaha kecil dan pedagang di pasar, jangan dibiarkan begitu saja, kasih dong bantuan,” tegasnya. (Varo)

Pos terkait