Juragan Telur Babak Belur Saat Kebijakan PPKM Berlaku di Kebumen

  • Whatsapp
Seorang peternak telur ayam ras di Kebumen, Nur Dzulfikar (43) dihantui anjloknya harga telur sejak Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). (HESTEK.ID/M Hafied)

KEBUMEN, hestek.id- Para peternak telur ayam ras di Kebumen babak belur akibat harga anjlok sejak Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Mereka terancam merugi bahkan nyaris gulung tikar.

Seorang peternak asal Desa Kaleng, Kecamatan Puring, Haris Syafii (35) mengungkapkan, penurunan harga signifikan sudah berlangsung sejak sepekan terakhir. Sebelumnya, harga normal di tingkat peternak berkisar Rp 23-25 per kilogram, namun kini anjlok hingga Rp 18-17 ribu per kilogram.

Bacaan Lainnya

“Akhir tahun kemarin harga cukup lumayan bagus. Hari ini malah turun dibawah Rp 20 ribu,” terangnya, jumat (29/1/2021).

Haris menjelaskan, di saat harga telur anjlok, kebutuhan pakan justru naik.

“Sudah harga turun ditambah lagi pakan mahalnya minta ampun. Permintaan masyarakat juga kurang,” terangnya.

Haris sendiri tidak mengetahui pasti penyebab turunnya harga telur. Namun berdasarkan penuturan para suplier, anjloknya harga telur diduga akibat PPKM saat pandemi Covid-19.

“Yang biasa ngambil telur cerita katanya waktu PPKM ini jadi permintaan konsumen turun. Mungkin ada kelebihan stok barang terus harga diturunkan,” ujarnya.

Peternak lain, Nur Dzulfikar (43) merasa dihantui rasa cemas kesulitan balik modal. Pasalnya, untuk kebutuhan pakan konsentrat yang biasanya Rp 350 ribu per zak, kini mencapai Rp 400 ribu per zak.

“Minim harganya sekitar Rp 21-22 ribu per kilogram, itu bisa nutup modal. Tapi sekarang bingung buat balik modal mau gimana,” ucapnya.

Mengacu data aplikasi Sistem Informasi Kebutuhan Pokok (Simbok) yang dikelola Dinas Perindustrian Dan Perdagangan (Disperindag) Kebumen. Harga telur ayam negeri di Pasar Tumenggungan Rp 20 ribu per kilogram.

Harga tersebut merupakan harga terendah. Sementara harga tertinggi terdapat di Pasar Wonokriyo Gombong berkisar Rp 22 ribu per kilogram. Adapun harga rata-rata Rp 20.750 per kilogram. (M Hafied)

Pos terkait