Kades Sokawera, Mukhayat Kaget Dua Warganya Jadi Tersangka Kasus Bansos

  • Whatsapp
Kepala Kejari Purwokerto Sunarwan, saat konferensi pers di Kantor Kejari Purwokerto, Selasa (9/3/2021) malam. HESTEK/Dedy

BANYUMAS, hestek.id – Dua warga Desa Sokawera, Kecamatan Cilongok, AM (26) dan MT (37) dijadikan tersangkat kasus penyalahgunaan dana bantuan Covid-19 dari Ditjen Bina Penta Kemenaker RI senilai Rp 2,1 miliar.

Dana yang seharusnya digunakan untuk kepentingan 48 kelompok tani itu, diduga digunakan untuk membangun green house di Desa Sokawera, Kecamatan Cilongok. Saat ini, delapan unit green house yang sudah berdiri sudah dipasangi garis larangan melintas milik Kejaksaan RI.

Bacaan Lainnya

Kepala Desa Sokawera, Mukhayat mengaku kaget mendengar kabar tentang dua warganya tersebut.

“Saya otomatis kaget, tidak cuma saya lah, semua warga sepertinya begitu,” ujar dia.

Ia mengatakan, sejauh ini, kasus tersebut menjadi pergunjingan warga. Namun, hal tersebut tidak menciptakan friksi antar warga atau semacamnya.

“Sejauh ini warga kondusif. Kalau bergunjing, namanya manusia ya pasti begitu. Tapi aman lah,” ujar dia.

Mukhayat berkata, ia sebagai Kepala Desa sebenarnya bangga dengan program yang digawangi oleh AM dan MT. Sebab, ia berharap pertanian melon tersebut dapat meningkatkan kondisi ekonomi warga. Ia juga sempat berharap nama desanya akan naik setelah program tersebut jalan.

Namun, ia mengaku tak terlalu paham dengan alur pelaksanaan program tersebut.

“Soalnya memang tidak ada irisan dengan Pemdes. Perizinan dan lain-lain juga tidak ada, jadi kami kurang tahu,” kata dia.

Menurutnya, sejak penetapan status tersangka, dia secara pribadi belum sempat melongok tempat yang sudah disegel Kejari tersebut. Jadi, ia tak dapat bicara banyak soal kondisi di lahan pertanian tersebut.

Diberitakan sebelumnya, dengan sejumlah bukti yang berhasil dikumpulkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwokerto, AM (26) dan MT (37) akhirnya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penyalahgunaan dana bantuan Covid-19 dari Ditjen Bina Penta Kemenaker RI senilai Rp 2,1 miliar.

Dana yang seharusnya digunakan untuk kepentingan 48 kelompok tani itu, diduga digunakan untuk membangun green house di Desa Sokawera, Kecamatan Cilongok.


Cari Informasi Viral Di Kolom Pencarian

Menurut informasi yang berhasil dirangkum hestek.id, green house tersebut rencananya untuk budidaya buah melon. Saat ini, delapan unit green house yang sudah berdiri sudah dipasangi garis larangan melintas milik Kejaksaan RI.(topan pramukti)

Pos terkait