Kasus Bansos ‘Melon’ Meluas, Kombatan Curiga Ada Keterlibatan Anggota DPR RI

  • Whatsapp
Kombatan membacakan pernyataan sikap terkait kasus Bansos 'Melon' yang belakangan menjadi buah bibir di Banyumas. HESTEK.ID/istimewa

PURWOKERTO, hestek.id – Kasus dugaan penyalahgunaan dana bantuan Covid-19 dari Ditjen Bina Penta Kemenaker RI senilai Rp 2,1 miliar menyeret dua nama warga Sokawera, Cilongok, AM (26) dan MT (37). Namun, beberapa pihak menilai, Kejaksaan Negeri Purwokerto seharusnya mengembangkan kasus ini demi memburu aktor intelektual di belakang kasus menjijikkan tersebut.

Koalisi Masyarakat Banyumas Tegakkan Keadilan (Kombatan) baru-baru ini bahkan menyuarakan dugaan tersebut secara terbuka. Melalui pernyataan sikap yang ditandatangani sejumlah ormas, seperti Patriot Garuda Nusantara (PGN), Pagar Nusa Kabupaten Banyumas, Gema Rasa Kabupaten Banyumas, dan Satkoryon Banser Sokaraja ini, mereka menyatakan dukungan agar hukum dapat ditegakkan.

Bacaan Lainnya


Cari Informasi Viral Di Kolom Pencarian

Koordinator Kombatan Banyumas, Taufik Hidayat membenarkan hal ini. Menurutnya, ia dan rekan mencurigai adanya keterlibatan aktor intelektual di balik kasus ini.

Nggak mungkin orang di bawah jalan sendiri, ngakses duit di atas (kementerian, red) tanpa keberadaan orang di atas juga,” kata dia kepada hestek.id.

Menurutnya, Kejari tidak boleh berhenti di level AM dan MT saja. Sebab, keduanya diketahui punya kedekatan dengan anggota DPR RI wanita dari Dapil 8 Banyumas-Cilacap. Anggota dewan tersebut dianggap punya kedekatan karena keduanya merupakan kader partai yang sama, PKB.

Kombatan mengaku siap mengawal dan mendukung Kejari Purwokerto dalam proses penanganan kasus tersebut. Tentunya, saat Kejari tetap menjunjung tinggi profesionalisme, objektifitas, dan transparansi. Kejari juga tidak boleh terpengaruh dengan tekanan politik maupun kekuatan eksternal manapun.

Taufik menambahkan, penyalahgunaan dana tersebut merupakan tindakan yang sangat tidak terpuji. Sebab, dana yang digasak merupakan rupiah yang bias digunakan untuk meringankan beban masyarakat yang menghadapi kesulitan di tengah pandemi.

Diberitakan sebelumnya, AM dan MT diduga melakukan tindakan penyalahgunaan dana Jaring Pengaman Sosial (JPS) Covid-19 dari Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker). Total bantuan untuk kelompok tani di Banyumas ini, diduga mencapai Rp 2,12 miliar.

“Sementara kita masih mengumpulkan alat bukti. Namun yang jelas dua orang sudah ditetapkan tersangka,” kata Kajari Purwokerto, Sunarwan, Selasa (17/03/2021).(topan pramukti)

Pos terkait